VIDEO Setelah Anak Kecil Tergigit Ular Berbisa, Komunitas Reptil Gelar "Snake Awareness"

Setelah peristiwa merenggut nyawa, anak kecil terkena gigitan ular weling di kawasan Kelurahan Pasirjati, Ujungberung, Kota Bandung, relawan dari komu

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ery Chandra

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Setelah peristiwa merenggut nyawa, anak kecil terkena gigitan ular weling di kawasan Kelurahan Pasirjati, Ujungberung, Kota Bandung, relawan dari komunitas-komunitas reptil mengadakan kegiatan edukasi kepada ratusan orang yang hadir.

Perwakilan dari Komunitas Ular Indonesia, Budi Irawan mengatakan kegiatan "snake awareness" tersebut digelar untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ular kedepannya.
Suasana relawan dari komunitas reptil tengah beratraksi ular untuk edukasi mitos ular takut garam, di Jalan Nagrog, RT.01/08, Kelurahan Pasirjati, Kota Bandung, Minggu (26/1/2020).
Suasana relawan dari komunitas reptil tengah beratraksi ular untuk edukasi mitos ular takut garam, di Jalan Nagrog, RT.01/08, Kelurahan Pasirjati, Kota Bandung, Minggu (26/1/2020). (Tribun Jabar/Ery Chandra)
"Karena ular adalah hewan reptil yang paling dekat dengan manusia. Terlebih kemarin, disini kejadian tentang kurangnya pemahaman dan edukasi terhadap ular, bahkan ular berbisa," ujar Budi saat diwawancarai Tribun Jabar, di Jalan Nagrog, RT.01/08, Kota Bandung, Minggu (26/1/2020).
 
Menurutnya, setelah peristiwa yang merenggut nyawa itu mereka hadir bertujuan meminimalisir agar kejadian serupa tak terulang serupa kembali.
 
"Semoga kedepan di indonesia sudah tidak ada lagi korban gigitan ular berbisa," katanya.
Dia menuturkan cara-cara sederhana mereka sampaikan soal penanganan ular. Pasalnya, ular-ular keluar mencari mangsa untuk makan.
 
"Untuk menghindari ular menghampiri dengan cara membersihkan lingkungan. Kalau lingkungannya bersih, tidak ada mangsa tikus tidak akan menghampiri tempat kami," ujarnya.
 
Selain itu, bagi warga dimanapun apabila telah terlanjur berkontak atau berhadapan dengan ular yang masuk ke rumah, pastikan keberadaannya dan tetap minta bantuan. 
 
Yakni, menghubungi komunitas reptil terdekat, menghubungi call center yayasan ular indonesia, rescue pemadam kebakaran dan keamanan lingkungan terdekat.
 
"Jangan pernah ditangani sendiri. Ular sangat menyukai bau-bau yang sangat menyengat dan kuat," katanya.
 
Menurutnya, warga bisa menyediakan disinfektan dicampur dengan sedikit air. Lantas, disebar di lantai dan pintu rumah. Hal itu berpotensi besar ular sangat tak menyukai bebaun.
 
"Ular cenderung akan memilih jalur lain, dari pada melewati jalur yang sudah diberikan bau tersebut," ujarnya.
 
Ketimbang menabur garam itu merupakan mitos. Pasalnya, ular hewan yang memiliki sisik. Bukan moluska, berduri lunak, lintah, dan keluarga lainnya.
 
"Makanya ular melewati garam dia biasa saja,  tidak ada reaksi apa pun. Tadi sudah dipatahkan, dan dibuktikan pada masyarakat.  Jadi tidak usah sia-sia membuang garam disekeliling rumahnya," katanya
Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Hibur Warga Sekaligus Edukasi, Komunitas Ini Gelar Atraksi Ular Pasirjati Bandung, https://jabar.tribunnews.com/2020/01/26/hibur-warga-sekaligus-edukasi-komunitas-ini-gelar-atraksi-ular-pasirjati-bandung.
Penulis: Ery Chandra
Video Production: Wahyudi Utomo
Penulis: Ery Chandra
Editor: yudix
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved