Terjebak di Wuhan Karena Wabah Virus Corona, Mahasiswa Indonesia Kesulitan Beli Sembako

Sejumlah mahasiswa asal Indonesia kini terjebak di Wuhan, China, dan tak bisa kembali ke Tanah Air karena wabah virus corona.

Terjebak di Wuhan Karena Wabah Virus Corona, Mahasiswa Indonesia Kesulitan Beli Sembako
AFP/HECTOR RETAMAL via Kompas.com
Seorang perempuan warga kota Wuhan, China, mengenakan masker untuk menghindari terinfeksi virus corona yang mematikan saat berbelanja di sebuah pasar di kota Wuhan, Minggu (26/2/2020). 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Sejumlah mahasiswa asal Indonesia kini terjebak di Wuhan, China, dan tak bisa kembali ke Tanah Air karena wabah virus corona.

Akibatnya, para mahasiswa kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, semisal membeli sembako.

Hal itu diungkapkan seorang mahasiswa asal Indonesia di Wuhan, Rio Alfi.

Kereta listrik, menurut Alfi, mulai Senin (27/1/2020) hari ini mulai tak beroperasi. Sementara itu, bus kota juga sudah tidak beroperasi sejak beberapa hari lalu.

Dua Komisaris PT PBB Datangi Lokasi TC Persib Bandung, Ada Apa?

Selain itu, kini stok pangan di Wuhan mulai menipis. Akibatnya, sejumlah harga bahan pangan melonjak.

Rio mengatakan, melonjaknya harga bahan pangan mengakibatkan mahasiswa Indonesia yang mengandalkan beasiswa kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Saat ini harga sembako di Wuhan sudah mulai naik, dan itu pun stoknya mulai terbatas. Jadi bagi kami mahasiswa yang mengandalkan beasiswa jadi kemungkinan tidak mencukupi ya," ujar Rio dalam video yang ia kirimkan kepada Kompas TV, Minggu (26/1/2020).

Hingga kini, mereka masih menunggu kabar dari KBRI Beijing terkait kemungkinan adanya evakuasi ke kota yang lebih aman.

"Informasi yang saya terima dari pengurus PPI Wuhan, itu sudah koordinasi dari KBRI. Tapi, sejauh ini belum ada informasi apakah kami bisa dievakuasi atau bagaimana, itu belum bisa diputuskan," ujar Rio.

Maskapai Indonesia Tak Layani Penerbangan ke Wuhan, Antisipasi Penyebaran Virus Corona

"Kami semua berharap dapat solusi terbaiklah. Bagaimana kami di sini bisa dievakuasi ke kota yang lebih aman lagi," lanjut dia.

Halaman
1234
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved