Simpang Siur Informasi Soal Harun Masiku, Ombudsman Panggil Dirjen Imigrasi

Ombudsman Republik Indonesia memanggil Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM Ronny Sompie, Senin (27/1/2020) hari ini.

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A via Kompas.com
Dirjen Imigrasi Kemenkum HAM Ronny Sompie memberikan keterangan pers terkait surat pencekalan Rizieq Shihab di Jakarta, Selasa (12/11/2019). Dalam keterangan pers tersebut Ditjen Imigrasi Kemenkum HAM mengatakan belum pernah menerbitkan surat pencekalan terhadap Rizieq Shihab karena pemerintah tidak mempunyai hak untuk menangkal WNI kembali ke Indonesia. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/ama. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Ombudsman Republik Indonesia memanggil Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM Ronny Sompie, Senin (27/1/2020) hari ini.

Anggota Ombudsman Adrianus Meliala mengatakan, Ombudsman memanggil Ronny untuk mendalami kesimpangsiuran informasi terkait keberadaan eks caleg PDI-P Harun Masiku.

"Pukul 14.00 WIB. Sesuai info protokol, Dirjen Imigrasi yang akan datang. (Dipanggil) soal pernyataan tentang keberadaan Harun Masiku," kata Adrianus kepada Kompas.com, Senin pagi.

Sebut Yasonna Laoly Tak Rekayasa Soal Harun Masiku, Ini Penjelasan Ronny Sompie

Adrianus mengatakan, Ombudsman sebetulnya memanggil Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly. Namun, Yasonna mengutus Ronny selaku Dirjen Imigrasi.

Adrianus melanjutkan, pertemuan ini juga akan membahas dugaan maladministrasi terkait pernyataan Yasonna mengenai keberadaan Harun Masiku yang dianggap simpang siur.

"Ya dong (termasuk dugaan maladministrasi)," ujar Adrianus.

Diberitakan, Ombudsman menyoroti simpang-siurnya informasi keberadaan eks caleg PDIP Harun Masiku antara berada di luar negeri atau sudah berada di Indonesia.

Menurut Adrianus, hal itu berpotensi maladministrasi lantaran Direktorat Jenderal Imigrasi yang berada di bawah kendali Yasonna dapat dianggap tidak memberikan keterangan sebenar-benarnya.

"Kami berpikir ini ada kemungkinan potensi mal (maladministrasi); potensi mal konflik kepentingan, potensi mal tidak profesional, potensi mal di mana terjadi pembiaran, di mana kemudian tidskk memberikan keterangan sebenar-benarnya," kata Adrianus, Rabu (22/1/2020) lalu. (Kompas.com/Ardito Ramadhan)

Mengapa Harun Masiku jadi Pengganti Nazarudin Kiemas, Begini Jawaban Hasto Kristiyanto

Yasonna Laoly Dilaporkan Halangi Penyidikan Harun Masiku, KPK Akan Mendalami

Editor: Theofilus Richard
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved