Sekitar Situ Buleud Sering Banjir, Pemkab Purwakarta Anggarkan Rp 2,9 Miliar Perbaiki Gorong-gorong

Salah satu upaya yang dilakukan Distarkim Purwakarta ini yakni memperbaiki pada sistem drainase atau gorong-gorong di wilayah tersebut.

Sekitar Situ Buleud Sering Banjir, Pemkab Purwakarta Anggarkan Rp 2,9 Miliar Perbaiki Gorong-gorong
Tribun Jabar/Mega Nugraha
Aktivitas warga di Situ Buleud, dari melukis hingga keriangan memberi makan ikan, Rabu (26/7/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Dinas Tata Ruang dan Pemukiman Purwakarta melakukan upaya minimalisasi genangan air atau biasa disebut dengan banjir cileuncang di sekitar Situ Buleud atau objek wisata Taman Air Mancur Sri Baduga.

Salah satu upaya yang dilakukan Distarkim Purwakarta ini yakni memperbaiki pada sistem drainase atau gorong-gorong di wilayah tersebut.

Kepala Bidang Perumahan dan Permukiman (Perkim) Dinas Tata Ruang dan Permukiman (Distarkim) Kabupaten Purwakarta, Burhan Noor Dayan, mengatakan pihaknya tengah memperbaiki saluran drainase (gorong-gorong) sepanjang 579 meter dari Bakorwil sampai dengan belakang Pasar Rebo.

Polda Jabar Gelar Penyidikan Sunda Empire, Para Petinggi Segera Dipanggil

"Perbaikan (gorong-gorong) sudah capai 90 persen. Kami mesti hati-hati lakukan penggalian karena di dalamnya ada banyak kabel seperti kabel optik dan PDAM," ujarnya di Kantor Distarkim, Senin (27/1/2020).

Ketika perbaikan gorong-gorong ini nantinya telah selesai dilakukan, Burhan berharap wilayah Situ Buleud tak ada lagi genangan atau banjir cileuncang saat hujan turun.

Burhan menyebut anggaran perbaikan gorong-gorong dari Bakorwil sampai Pasar Rebo mencapai Rp 2,9 miliar.

Gorong-gorong yang diperbaiki ini kembali digali sedalam 3 meter dengan ukuran gorong-gorongnya 1x1 meter.

Memang wilayah Bakorwil saat turun hujan selalu tergenang oleh air dengan waktu cukup lama dibanding titik-titik lainnya.

"Setelah ini (Bakorwil sampai Pasar Rebo), kami kemungkinan akan lakukan perbaikan juga di saluran yang rawan lainnya, semisal Tegal Tulang dan dari Kemuning hingga Panorama," ujarnya.

Ia juga menyebut dua wilayah itu menjadi titik yang juga menampung banyak air saat hujan sehingga menimbulkan genangan air.

Cegah Virus Corona, Dinkes Kota Tasikmalaya Membagi-bagikan Ribuan Masker di Sini

Simpang Siur Informasi Soal Harun Masiku, Ombudsman Panggil Dirjen Imigrasi

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved