Kamis, 16 April 2026

Banjir di Kabupaten Bandung

DPRD Jabar: Terowongan Nanjung Bukan Satu-satunya Solusi Banjir di Selatan Bandung

Berdasarkan informasi yang diterima oleh Komisi IV DPRD Jawa Barat, kata Jajang, pembangunan Terowongan Nanjung pun memang belum selesai

Istimewa
Satu dari dua Terowongan Nanjung dibuka untuk mempercepat aliran air Sungai Citarum, Rabu (18/12/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat, Jajang Rohana, mengatakan Terowongan Nanjung yang mengalirkan Sungai Citarum dengan cepat bukanlah satu-satunya solusi untuk mengatasi banjir yang biasa terjadi di selatan Bandung.

"Curug Jompong ( Terowongan Nanjung) itu bukan solusi utama atau satu-satunya solusi untuk mengatasi banjir di sejumlah wilayah di Kabupaten Bandung. Banjir di Kabupaten Bandung harus diselesaikan dengan cara multisektoral," kata Jajang Rohana, di Bandung, Senin (27/1/2020).

Berdasarkan informasi yang diterima oleh Komisi IV DPRD Jawa Barat, kata Jajang, pembangunan Terowongan Nanjung pun memang belum selesai namun sudah bisa dimanfaatkan untuk mempercepat pengaliran air di Sungai Citarum.

BREAKING NEWS - Jalan dari Dayeuhkolot ke Baleendah dan ke Kota Bandung Masih Terendam Banjir

Kondisi Terkini Banjir di Dayeuhkolot, Macet Total Mulai dari Bojongsoang sampai Pintu Masuk Tol

"Kita juga sempat mempertanyakan efektivitas terowongan ini untuk mengatasi banjir. Katanya itu untuk mempercepat genangan air agar cepat suruh saat banjir terjadi. Tapi kan ini pembangunannya belum selesai. Makanya dalam waktu dekat ini kami akan meninjau langsung," kata Jajang.

Menurut Jajang, setidaknya ada dua langkah utama yang harus direaliasikan oleh pemerintah untuk mengatasi banjir yang diakibatkan luapan air dari Sungai Citarum. Pertama, katanya, rekayasa teknis seperti memperlebar sungai dan membuat jalur baru.

Langkah yang kedua, katanya, adalah rekayasa sosial yang dimulai dari hulu Sungai Citarum yakni dari Kawasan Cisanti di Kabupaten Bandung sampai hilirnya di Muaragembong Karawang.

Adapun rekayasa sosial tersebut meliputi bagaimana mengamankan DAS Citarum dan mengurangi sedimen di Sungai Citarum.

Pihaknya pun mendorong upaya lain untuk mengatasi banjir, seperti pembangunan kolam retenai atau polder banjir, sodetan sungai, sampai normalisasi sungai.

Wakil Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat Abdul Hadi Wijaya meminta kepada pejabat publik untuk lebih berhati-hati memberikan pernyataan terkait solusi banjir di Kabupaten Bandung.

Presiden RI, Joko Widodo lakukan tinjauan terhadap proyek pembangunan terowongan pengendali banjir Bandung Selatan, di kawasan Nanjung, Kecamatan Margaasih Kabupaten Bandung. Dalam agenda tersebut Jokowi Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, dan Bupati Bandung Dadang Naser
Presiden RI, Joko Widodo lakukan tinjauan terhadap proyek pembangunan terowongan pengendali banjir Bandung Selatan, di kawasan Nanjung, Kecamatan Margaasih Kabupaten Bandung. Dalam agenda tersebut Jokowi Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, dan Bupati Bandung Dadang Naser (istimewa)

Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan Terowongan Nanjung ini bisa mengatasi banjir di Kabupaten Bandung.

"Saya harap ke depan bisa lebih berhati-hati ya dalam memberikan pernyataan. Ini jadi pelajaran agar pejabat publik jangan terlalu cepat memberikan pernyataan demikian," katanya.

Abdul Hadi juga meminta BPBD Provinsi Jawa Barat dan BPBD Kabupaten Bandung bisa segera menjalankan manajemen bencana terkait banjir tersebut. Dengan demikian, penderitaan masyarakat yang terdampak bencana bisa tertangani. (Sam)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved