BBWS Citarum: Terowongan Nanjung Sudah berfungsi Maksimal, Pekerjaan Lain Belum Beres

"Kalau itu Terowongan Nanjung ditutup sekarang, banjir akan meluap lebih banyak dan lama itu. Efeknya akan luar biasa,"

BBWS Citarum: Terowongan Nanjung Sudah berfungsi Maksimal, Pekerjaan Lain Belum Beres
Istimewa
Satu dari dua Terowongan Nanjung dibuka untuk mempercepat aliran air Sungai Citarum, Rabu (18/12/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) pada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, Suwarno, mengatakan Terowongan Nanjung sudah berfungsi maksimal sejak banjir melanda selatan Bandung beberapa hari lalu.

Diketahui, Terowongan Nanjung untuk mempercepat aliran Sungai Citarum sehingga mempercepat penyurutan banjir.

Banjir, katanya, memang masih terjadi di selatan Bandung karena masih ada sejumlah pekerjaan penanggulangan banjir di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum yang belum tuntas.

Pekerjaan lainnya adalah normalisasi sungai di Rancaekek, pembangunan polder banjir, dan kolam retensi selain di Gedebage dan Cieunteung, sampai pembuatan sodetan atau floodway Cisangkuy.

"Kita itu masih banyak pekerjaan ya, seperti yang floodway Cisangkuy belum kita kerjakan. Bukan berarti Terowongan Nanjung belum efektif tapi pekerjaan-pemerjaan lain ini belum semua terselesaikan," kata Suwarno via ponsel, Senin (27/1/2019).

DPRD Jabar: Terowongan Nanjung Bukan Satu-satunya Solusi Banjir di Selatan Bandung

Terowongan Nanjung Sudah Beroperasi tapi Banjir Tetap Terjadi, Begini Kata Pejabat Pemprov Jabar

Mengenai ungkapan segelintir masyarakat yang mempertanyakan kinerja Terowongan Nanjung saat banjir akhir Januari ini, Suwarno mengatakan banjir yang lebih besar dan lama akan terjadi jika Terowongan Nanjung tidak difungsikan.

"Kalau itu Terowongan Nanjung ditutup sekarang, banjir akan meluap lebih banyak dan lama itu. Efeknya akan luar biasa (kalau Terowongan Nanjung tidak dibuka)," katanya.

Genangan masih terjadi di Baleendah dan Dayeuhkolot, katanya, karena cekungan ini menjadi tempat pertemuan tiga sungai, yakni Citarum, Cikapundung, dan Cisangkuy. Saat ketiganya menyuplai sangat banyak air, banjir pun terjadi.

"Nah Cisangkuy ini mau dibelokkan di bawahnya Dayeuhkolot (lewat Floodway Cisangkuy). Itu mau dikerjakan, masih sekitar 30-50 persen prosesnya," katanya.

Kedua Terowongan Nanjung dalam kondisi hujan ini, ujarnya, dibuka terus menerus.

Jalur lama ke Curug Jompong pun terus mengalir deras. Tidak ada endapan apapun, katanya, yang mebghalangi aliran air ke Terowongan Nanjung dan Curug Jompong. 

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved