Batu Susun Batu Rompe Ciamis Kini Ramai Dikunjung, Sampah pun Mulai Berserakan

Mereka datang melihat batu susun di Blok Rompe baik secara perorangan maupun kelompok. Pemandu-pemandu lokal pun mulai bermunculan.

Batu Susun Batu Rompe Ciamis Kini Ramai Dikunjung, Sampah pun Mulai Berserakan
Istimewa
Warga mulai keluhkan sampah yang dibuang sembarangan di kawasan batu susun Blok Rompe Desa Sukaraharja Kecamatan Lumbung Ciamis. Agus Cawing yang membuat Batu Rompe viral di medsos, secara sukarela bersama rekannya memungut sampah yang dibuang sembarangan tersebut 

"Tiap sore setelah pengunjung pulang, saya dan rekan-rekan selalu menyisir lokasi sekitar batu susun, memungut sampah-sampah itu, banyak juga kadang sampai satu keresek besar. Kalau dibiarkan kawasan batu susun bisa jadi kotor dan tidak indah lagi. Kami berharap pengunjung memelihara kebersihan lingkungan batu susun, tidak membuang sampah sembarangan,” harap Agus.

Viral Batu Susun Rompe Butut di Desa Sukaraharga Ciamis, Dikenal Angker dan Diduga Candi

Batu Susun di Kawali Ciamis Diduga Candi, Ketua Dewan Minta Arkeolog Turun Tangan

Menurut Agus, ia dan rekan-rekan sudah mempersiapkan papan imbauan agar pengunjung  tidak membuang sampah sembarangan, tidak mencorat coret batu susun, tidak memanjat tebing dan selalu menjaga keberadaan batu susun.

“Ada pengunjung yang nekat mendaki tebing di atas batu susun. Itu kan berbahaya. Makanya kami akan segera pasang papan pengumuman,” katanya.

Setelah sempat viral di medsos, keberadaan batu susun di Blok Rompe kini menjadi perhatian banyak pihak.

Batu yang tersusun dari lempengan batu bentuknya seperti pilar dengan ketinggian 15 meter yang dibagian atasnya dicengkram akar pohon kiara besar membuat susunan batu susun tersebut tampak angker.

Lokasinya berada di bagian bawah tebing setinggi 50 meter dengan latar depan hamparan sawah di sisi selokan Cikadondong (anak  Sungai Cimuntur).

Pihak Disbupora Ciamis sudah mengusulkan ke Balai Arkeologi (Balai Bandung) untuk meneliti batu susun di Blok Rompe apakah peninggalan sejarah atau bukan, candi atau hanya susunan batu yang terbentuk alami.

Penulis: Andri M Dani
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved