Mengapa Saat Imlek di Bandung Hujan Tak Kunjung Berhenti, Ternyata Ini Jawaban dari BMKG

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Bandung, Tony Agus Wijaya, mengatakan curah hujan di Bandung Raya

Mengapa Saat Imlek di Bandung Hujan Tak Kunjung Berhenti, Ternyata Ini Jawaban dari BMKG
tribunjabar/lutfi ahmad mauludin
Hujan deras saat Imlek mengakibatkan banjir di Dayeuhkolot, Minggu (26/1/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kepala BMKG Stasiun Geofisika Bandung, Tony Agus Wijaya, mengatakan curah hujan di Bandung Raya dalam beberapa hari terakhir, terutama saat perayaan Imlek mengalami peningkatan dari hari biasanya, sesuai dengan prediksi sebelumnya bahwa puncak musim hujan memang terjadi pada Februari 2020.

"Berdasarkan analisis data hujan, menunjukkan telah terjadi hujan berturut-turut dengan intensitas sedang sampai lebat, hal tersebut diduga menyebabkan adanya akumulasi aliran air dan menyebabkan meluapnya sungai dan terjadi banjir pada daerah dataran rendah," kata Tony melalui ponsel, Minggu (26/1/2020).

Berdasarkan pola sebaran angin, katanya, pada ketinggian 3.000 kaki wilayah Jawa Barat dilewati oleh daerah konvergen sehingga mendukung suplai awan-awan hujan di wilayah Jawa Barat. Proses pertumbuhan awan hujan, katanya, masih didukung adanya faktor uap air yang cukup basah di Bandung Raya.

Masih terdapatnya pemanasan pada pagi hingga siang hari pun menyebabkan peningkatan aktifitas pertumbuhan awan hujan konvektif dengan jenis Cumulus padat dan Cumulonimbus. Inilah, katanya, yang menyebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat atau petir serta angin kencang terjadi dalam durasi yang cukup lama.

Perampok Legendaris Johny Indo Meninggal Dunia, Umar Billah Sempat Jadi Artis dan Rajin Berdakwah

BMKG pun memiliki beberapa analisis dari berbagai sudut pandang mengenai penyebab tingginya curah hujan di Bandung Raya terutama pada 24 Januari 2020.

Berdasarkan grafik time series IR1 di lokasi kejadian, penurunan suhu puncak awan (< -60 ᵒC) mulai terjadi pada tanggal pukul 16.45 sampai 19.15 WIB, dengan suhu puncak awan terendah sebesar -70.8 °C pada pukul 16.45 WIB yang menandakan terjadinya peningkatan proses konvektif signifikan dengan potensi hujan lokal pada periode tersebut.

SST Data model analisis peta Sea Surface Temperature (SST) pada 24 Januari 2020 pun menunjukkan suhu permukaan di sekitar Jawa Barat masih hangat berkisar 29-30 °C mengindikasikan potensi penguapan dan penambahan massa uap air yang tinggi sehingga mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah Jawa Barat.

Berdasarkan pola sebaran angin 3.000 kaki pada tanggal yang sama pukul 19.00 WIB, pada umumnya angin yang melewati wilayah Jawa Barat dari arah Barat hingga Utara.

Foto-foto Kota Wuhan Setelah Virus Corona Merebak, Termasuk Pasar Wuhan yang Jadi Ground Zero

Terdapat pusaran angin lemah (eddy) di Samudera Hindia sebelah barat Jawa menyebabkan terbentuknya daerah pertemuan angin dan belokan angin yang melewati wilayah Jawa Barat, sehingga mendukung suplai uap air di antaranya di wilayah Jawa Barat.

Berdasarkan citra satelit awan Himawari, terlihat adanya pertumbuhan awan konvektif atau Cumulonimbus di wilayah Kota Bandung dan sekitarnya pada pukul 14.30 WIB dan meluas
serta kemudian berkembang dan bergabung menjadi sel awan Cumulonimbus yang cakupannya luas.

Cakupan awan Cumulonimbus dalam skala luas inilah yang diperkirakan menyebabkan adanya hujan sedang sampai lebat di wilayah Kota Bandung dan sekitarnya.

Berdasarkan data curah hujan di empat pos pemantauan hujan di Bandung Raya yang dimiliki BMKG, ucapnya, peningkatan curah hujan secara drastis memang terjadi pada 24 dan 25 Januari 2020.

Tak Hanya Pantai, Indramayu Ternyata Punya Tempat Wisata Pegunungan, Asri Masih Perawan

Pada 24 Januari 2020 tercatat curah hujan di Pos Hujan Sukajadi 41,7 mm, di Lembang 29,6 mm, Cileunyi 20 mm, dan Baleendah 25 mm. Pada 25 Januari 2020 tercatat curah hujan di Pos Hujan Sukajadi meningkat jadi 50,9 mm, di Lembang meningkat drastis jadi 114,7 mm, di Cileunyi 13 mm, dan Baleendah 49 mm.

Akumulasi curah hujan pada 20-25 Januari 2020 tercatat di Pos Hujan Sukajadi 143,1 mm, di Lembang 180,6 mm, Cileunyi 112 mm, dan Baleendah 153 mm.

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved