Antisipasi Virus Corona, Belum Ada Kebijakan Pembatasan Warga China yang Kerja di Jawa Barat

Aktivitas warga China yang bekerja di proyek kontruksi proyek strategis nasional, kerap pulang pergi ke kampung halamannya.

Penulis: Mega Nugraha | Editor: Theofilus Richard
https://www.medscape.com/
Coronavirus 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBU‎NJABAR.ID, BANDUNG - Aktivitas warga China yang bekerja di proyek kontruksi proyek strategis nasional, kerap pulang pergi ke kampung halamannya.

Kondisi itu dikhawatirkan membawa pengaruh, terutama terkait penyebaran virus corona dari China.

Hingga saat ini, di tengah kekhawatiran tertular virus corona, Kepala Divisi Imigrasi Kanwil Kemenkum HAM Jabar, Heru Condro, menyebut belum ada arahan terkait pembatasan warga China di Jabar untuk tidak pulang kampung.

‎"Sampai sejauh ini belum ada arahan supaya warga China di Jabar, yang bekerja di proyek strategis nasional untuk tidak pulang kampung ke negara mereka karena terkait corona," ujar Heru via ponselnya, Minggu (26/1/2020).

Malaysia Berutang Rp 3.500 Triliun Indonesia Rp5.000 Triliun, Tapi Peluang Bangkrut Dialami Malaysia

Ia juga mengatakan bahwa belum ada kebijakan untuk membatasi pekerja asal China yang sedang pulang kampung untuk kembali ke Jawa Barat.

"Itu juga sama, belum ada arahan. Semuanya masih normal dari sisi keimigrasian," kata Heru.

‎Umumnya, pekerja asal China yang bekerja di Jabar suda‎h dari dua hingga tiga tahun terakhir. Mereka bekerja di proyek kereta cepat hingga Tol Cisumdawu.

Menanggapi pembatasn pekerja konstruksi asal China di Jawa Barat, menurut Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jabar, Eka Mulyana, harus ada pencegahan penyebaran virus corona.

‎"Jadi, supaya mencegah, tentu saja harus menahan diri untuk tidak memasuki daerah endemis. Pikir dua kali, dari segi medis untuk mencegah penularan, dicegah jangan ke daerah endemis (corona)," katanya.

Sekalipun kata dia, itu hak masyarakat untuk bepergian. Hanya, terkait dengan kondisi saat ini, itu jadi kewenangan pemerintah.

"Kondisi di Tiongkok sekarnag kan ada yan dikarantina hingga warga di 10 kota, penduduk disana tidak menyebar ke tempat‎ lain dulu. Tentu saja sebaliknya," katanya. 

Mengaku Petugas KPK, Oknum Wartawan Peras Kepala Desa di Maluku

UPDATE Terkini Banjir di Kabupaten Bandung, Sudah 10 Ribu Rumah Terendam

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved