ROKOK ELEKTIK VAPE HARAM, Fatwa Muhammadiyah, Ini 5 Bahaya Vape, Rusak Paru-paru dan Picu Kanker

Merokok rokok elektrik alias Vape haram. Fatwa haram itu dikeluarkan oleh organisasi keagamaan Muhammadiyah. Dianggap merusak tubuh.

Editor: Kisdiantoro
KompasImage
Ilustrasi - Merokok rokok elektrik alias Vape haram. Fatwa haram itu dikeluarkan oleh organisasi keagamaan Muhammadiyah. Dianggap merusak tubuh. 

TRIBUNJABAR.ID - Menghisap atau merokok rokok elektrik alias Vape haram. Fatwa haram itu dikeluarkan oleh organisasi keagamaan Muhammadiyah.

Fatwa Vape haram atau rokok elektrik telah dikeluarkan Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Kenapa Vape haram atau kenapa rokok elektrik haram?

Fatwa Vape haram tertuang dalam keputusan majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 01/PER/L1/E/2020 tentang hukum merokok e-cigarette (rokok elektrik).

Seberapa bahaya vape atau bahaya rokok elektrik?

Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) telah mengeluarkan pernyataan terkait bahaya vape atau bahaya rokok elektrik.

Bea Cukai Jabar Musnahkan Vape hingga Pakaian Bekas, Nilainya Miliaran Rupiah

Ada 5 alasan bahaya vape atau bahaya rokok elektrik menurut PAPDI sebagaimana dimuat di website resmi dan akun media sosial, yaitu:

1. Nikotin dan Bahan Kimia

Rokok elektronik menghasilkan aerosol dengan memanaskan cairan yang biasanya mengandung nikotin — obat adiktif dalam rokok biasa, cerutu, dan produk tembakau lainnya —.

Aerosol juga mengandung perasa, dan bahan kimia lain yang membantu membuat aerosol

2. Rusak Paru-paru dan Penyebab Kanker

Aerosol yang dihasilkan dari rokok elektronik mengandung:
• Nikotin

• Partiklel ultrafine yang bisa terhirup ke dalam paru-paru
• Rasa seperti diacetyl, bahan kimia yang terkait dengan penyakit paru-paru serius

• Senyawa organik yang mudah menguap
• Bahan kimia penyebab kanker

• Logam berat seperti nikel dan timah

Kronologi Siswa SMP Dianiaya 10 Siswa SMA Selama 2 Jam, Berawal dari Penemuan Liquid Vape

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved