Ratusan Hektare Sawah di Legoksari Longsor di Malam Tahun Baru, Sekda Purwakarta: Segera Diperbaiki

Pemerintah Kabupaten Purwakarta bakal segera memasang pipa pada saluran irigasi di area persawahan yang mengalami longsoran di Desa Legoksari

Ratusan Hektare Sawah di Legoksari Longsor di Malam Tahun Baru, Sekda Purwakarta: Segera Diperbaiki
istimewa
Ilustrasi: Longsor di Cugenang, Cianjur 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Pemerintah Kabupaten Purwakarta bakal segera memasang pipa pada saluran irigasi di area persawahan yang mengalami longsoran di Desa Legoksari, Kecamatan Darangdan. Longsoran yang terjadi di area persawahan itu terjadi saat malam pergantian tahun 2020.

Sekretaris Daerah Purwakarta, Iyus Permana mengatakan pemkab telah menganggarkan anggaran senilai Rp 24,6 juta dari APBD 2020 guna membeli pipa yang berukuran 8 inci.

"Awal Februari insya allah kami melalui Dinas Pangan dan Pertanian bakal segera memasangkan pipanya," ujarnya, Sabtu (25/1/2020) di Purwakarta.

Diguyur Hujan Deras, Areal Persawahan di Sukasari Sumedang Longsor

Ketika disinggung terkait perbaikan secara menyeluruh karena banyak area sawah yang tergerus longsor, Iyus menyebut hal itu menunggu hitung-hitungan dalam rencana anggaran biaya (RAB)

"Ya nanti kami akan perbaiki longsoran itu gunakan bronjong-bronjong. Tapi anggarannya tunggu dulu RAB-nya," ujar Iyus.

Sebelumnya diberitakan, ratusan hektare sawah terdampak gagal tanam usai terjadi longsor yang menimbun puluhan petak sawah di Kampung Kubang, Desa Legoksari, Kecamatan Darangdan.

Longsor di Kompleks Trinity KBB Terjang Pipa Saluran Air, Pasokan Air Bersih Terhenti

Kejadian longsor ini terjadi saat hujan deras pada Selasa (31/12/2019). Menurut Unang (54) warga Kubang, mengatakan longsor terjadi pada malam hari dan mengetahui telah terjadi longsor ketika pagi harinya saat ada warga yang hendak pergi ke sawah untuk bertani. Dalam longsor ini, saluran irigasi sawah pun ikut longsor sehingga mengakibatkan terputusnya saluran irigasi menuju ke tiga desa, seperti Mekarsari, Gandasoli, dan Gandamekar.

"Diperkirakan 200 hektare sawah yang terdampak tak teraliri sawah. Padahal ini kami sedang ingin masa tanam dan membutuhkan air," ujarnya di lokasi, Minggu (5/1/2020).

Unang juga menyebut camat beserta Koramil telah mendatangi lokasi longsor untuk mengetahui langkah ke depan yang mesti dilakukan. Berdasarkan pantauan di lokasi, longsor tampak berada di ketinggian 20 meter dan hampir di bagian pinggirnya yang merupakan makam tergerus oleh longsoran.

"Untuk perbaikan masyarakat sulit untuk memperbaikinya, apalagi di sini ada makam khawatir saat hujan ikut longsor lagi," katanya berharap aparat pemerintah bisa secepatnya melakukan perbaikan longsor ini.

Sementara itu, Camat Darangdan, Ade Sumarna saat dihubungi Tribun Jabar, mengaku telah meninjau ke lokasi bersama Koram dan melaporkan kejadian ini kepada Dinas Pangan dan Pertanian Purwakarta untuk mengatasi masalah pengairan sawah yang terdampak.

"Untuk perbaikan tanah longsor masih belum tahu kapan, karena di bawahnya itu tanah milik masyarakat. Kami kemarin sudah usulkan ke Dispangtan dan Kelompok Tani untuk mengusulkan memakai pipa paralon besar guna pengairan sawah," ujarnya.

Ade juga menegaskan putusnya saluran air yang terjadi longsor ini sebenarnya bukan menjadi salah satu irigasi untuk pengairan sawah, melainkan ada di bagian utara terdapat sungai.

"Sebenarnya putusnya irigasi ini tak jadi fatal karena sebelah utara ada saluran air yang besar juga. Yang terkena longsor ini bagian atas ada 3 petak sawah dan bagian bawahnya ada 3.000 meter sawah yang tergerus," katanya. (*)

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved