Warga Protes Banyak Ceceran Tanah di Jalan Sukatani Purwakarta Akibat Galian Tanah Ilegal

Pemkab Purwakarta diminta menindaklanjuti keluhan warga terkait aktivitas galian tanah di Kecamatan Sukatani.

Warga Protes Banyak Ceceran Tanah di Jalan Sukatani Purwakarta Akibat Galian Tanah Ilegal
tribunjabar/nandri prilatama
Pemkab Purwakarta diminta menindaklanjuti keluhan warga terkait aktivitas galian tanah di Kecamatan Sukatani. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Pemkab Purwakarta diminta menindaklanjuti keluhan warga terkait aktivitas galian tanah di Kecamatan Sukatani.

Tanah hasil galian itu diangkut oleh ratusan truk besar yang membuat jalan-jalan di sepanjang Sukatani tampak tanah berceceran yang justru dapat membahayakan para pengguna jalan saat berkendara.

Wahyu Setiawan (30) pengguna jalan, mengaku jalan sepanjang Sukatani sangat licin ketika turun hujan karena diakibatkan banyaknya tumpahan tanah hasil galian tersebut.

Sebaliknya, ketika jalanan kering tanah yang berceceran itu menjadi berdebu sehingga mengganggu pengendara motor.

"Jelas ini merugikan kami (pengendara) apalagi ketika musim hujan tiba. Sudah seminggu mengganggu sekali saya bolak-balik melewati jalan ini tapi belum ada penyelesaian," katanya di lokasi, Jumat (24/1/2020).

Korban Miras Oplosan di Tasik Bertambah, Rizan Sempat Dirawat di Rumah Sakit Sebelum Meninggal

Selain itu, salah seorang warga sekitar yang enggan disebutkan namanya mengaku rumahnya selalu penuh dengan debu atau bahkan saat musim hujan tanah-tanah yang berceceran di jalan sampai mengotori rumahnya tersebut.

"Tak ada koordinasi pada warga sama sekali soal galian tanah ini. Lagipula gak ada uang kekebul apalagi rumah ibu dan adik ibu yang paling parah terkena dampaknya oleh tanah merah," katanya seraya menyebut kasus ini sudah berjalan selama sebulan di wilayahnya RW 4, Sukatani.

Dia juga sempat mengaku sempat memukuli mobil-mobil truk itu menggunakan sapu agar masuk ke dalam proyek karena mobilnya berjajar di pinggir jalan dan menghalangi aktivitas warga.

Kisah-kisah Tragis Akibat Ular Weling, Ada yang Lumpuh, Penglihatan Rusak, Bocah di Bandung Tewas

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Purwakarta, Deden Guntari menyebut pihaknya akan melakukan survei ke lokasi meninjau sejauh mana pelanggaran yang telah dilakukan penambang tanah ilegal tersebut.

Deden juga menegaskan pihaknya juga akan melihat masalah perizinan aspek lingkungan yang mengganggu warga.

"Kalau memang ada tanah yang berceceran di jalan raya ya tentu harus segera disikapi. Nanti kami akan survei pelanggarannya sejauh mana. Kalau memang mengganggu lingkungan ya sudah jelas harus ditindak," ujar Deden di Purwakarta

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved