Umat Konghucu Silih Berganti Sembahyang Malam Imlek di Klenteng Budi Asih Purwakarta

Song Tek Sian berharap di peringatan Imlek 2020 ini kedamaian dapat dirasakan oleh seluruh umat manusia di dunia.

Umat Konghucu Silih Berganti Sembahyang Malam Imlek di Klenteng Budi Asih Purwakarta
Tribun Jabar/Muhamad Nandri Prilatama
Umat Konghucu sembahyang di malam Imlek di Klenteng Budi Asih Purwakarta di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Jumat (24/1/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA- Puluhan umat Konghucu melakukan sembahyang pada malam Imlek di Klenteng Budi Asih Purwakarta di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Jumat (24/1/2020).

Gemerlap lampu lampion serta nyala lilin, dan wangi dupa tampak dan terasa di Klenteng Vihara Budi Asih.

Satu per satu mereka sembahyang setelah terlebih dahulu memberikan penghormatan kepada tuan rumah di Klenteng Budi Asih, yakni Dewa Kong Co Wan Kong yang merupakan panglima perang.

Pengurus Klenteng Budi Asih, Cecep Hariante atau biasa disebut Song Tek Sian mengatakan para umat silih berdatangan hingga menjelang malam nanti dan dilanjut besok hari.

Song Tek Sian berharap di peringatan Imlek 2020 ini kedamaian dapat dirasakan oleh seluruh umat manusia di dunia.

Umat Konghucu sembahyang di malam Imlek di Klenteng Budi Asih Purwakarta di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Jumat (24/1/2020).
Umat Konghucu sembahyang di malam Imlek di Klenteng Budi Asih Purwakarta di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Jumat (24/1/2020). (Tribun Jabar/Muhamad Nandri Prilatama)

Jelang Tahun Baru Imlek, Satuan Sabhara Polres Majalengka Sterilisasi Vihara

Ingin Ucapan Tahun Baru Imlek Beda? Coba Selain Gong Xi Fat Cai, Begini Ucapan Imlek Zaman Dulu

"Kemeriahan Imlek tahun ini masih belum tampak karena belum ada semua yang datang. Semoga Imlek tahun ini bisa lebih baik dari Imlek sebelumnya," ujarnya di lokasi, Jumat (24/1/2020).

Dalam Klenteng Budi Asih ini terdapat tiga patung utama yang menjadi titik ibadah umat Konghucu di Purwakarta.

Ketiganya adalaha Kong Co Wan Kong (panglima perang), Kong Co Hotengsin (Dewa Uang), dan Maha Dewi Kwan In (Dewi Welas Asih).

"Ketiga dewa-dewi ini sayang sekali pada umatnya. Kami mandikan patung dewa gunakan air kembang khusus bahkan airnya itu jika tak ada air sumur bisa pakai air kemasan dan tak boleh pakai air pam," katanya.

Tak hanya tiga patung tersebut, lanjutnya ada patung lain yang ada di Klenteng Budi Asih, seperti Tuti Kung (Dewa Bumi) yang berada di bagian bawah patung panglima perang. (*)

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved