Jumlah Surat Alquran jadi 113 dan Jumlah Nabi jadi 26 di Tes Seleksi Pilkades, Ini Klarifikasi Unsur

Dua soal kontroversial yang menggelitik anggota DPRD Cianjur sekaligus Ketua Fraksi PKS, Asep Riatman.

Jumlah Surat Alquran jadi 113 dan Jumlah Nabi jadi 26 di Tes Seleksi Pilkades, Ini Klarifikasi Unsur
tribunjabar/ferri amiril mukminin
Jumlah Surat di Alquran Jadi 113 dan Jumlah Nabi jadi 26 dalam Tes Seleksi Pilkades 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin 

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Dua soal kontroversial yang menggelitik anggota DPRD Cianjur sekaligus Ketua Fraksi PKS, Asep Riatman. Hal itu langsung ditanyakan kepada pihak Universitas Suryakancana (Unsur) selaku penyelenggara tes tertulis Pilkades serentak di Cianjur.

Dua soal tersebut berbunyi jumlah ayat suci Alquran berjumlah 113 dan jumlah nabi menjadi 26.

"Terus terang pertanyaan dalam tes seleksi Pilkades ini menggelitik saya, kebetulan hari ini ada perwakilan dari Unsur," ujar Asep Riatman saat mengikuti klarifikasi DPMD dan Unsur di ruang Pansus DPRD Cianjur, Jumat (24/1/2020).

Asep ingin mendengarkan alasan Unsur membuat pertanyaan tersebut.

Sunda Empire, Hasil Sementara Penyelidikan Polisi Seperti Ini

Dekan Unsur, Profesor Heni Nuraeni, langsung menjawab pertanyaan Asep. Ia mengatakan dalam jawaban dari pertanyaan tersebut harusnya ada pilihan semua jawaban salah.

"Ini sudah kami konfrontir kepada dua orang, dan sudah diklarifikasi kepada peserta juga, karena ada kesalahan," kata Heni.

Jawaban Heni kembali ditimpali oleh Asep. Seharusnya semua peserta tidak ada yang mendapat nilai sempurna 50 atau benar semua.

"Dua pertanyaan tadi jelas salah, berarti semua peserta tak akan ada yang mendapat nilai sempurna, tapi menurut laporan kok ada peserta yang mendapat nilai sempurna 50, saya agak bingung," kata Asep.

Masuk Google Trends, Gong Xi Fat Cai Artinya Bukan Selamat Tahun Baru Imlek, Ini Sejarahnya

Heni kembali menjawab bahwa hal tersebut merupakan kesalahan dan sudah diklarifikasi.

"Mungkin sudah nasib yang baik bagi yang mendapat nilai sempurna," kata Heni.

Asep berpendapat, tes seleksi Unsur harusnya dilakukan dari awal agar tak terjadi kisruh. Unsur pun mendukung usulan tersebut.

Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: Ichsan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved