Pesta Miras Berakhir Maut

Tewas Seusai Pesta Miras, Teman Sekolah Sebut Rendi Sosok yang Baik dan Humoris

Belasan pelajar ikut mengantarkan pemakaman Rendi (17), seorang pelajar SMK, warga Kampung Nangorak Jami,

Tewas Seusai Pesta Miras, Teman Sekolah Sebut Rendi Sosok yang Baik dan Humoris
tribunjabar/firman suryaman
Sejumlah siswi perempuan terlihat saling berpelukan pada prosesi pemakaman Rendi (17) di Kampung Nangorak Jami, Desa Jayamukti, Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (23/1). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Belasan pelajar ikut mengantarkan pemakaman Rendi (17), seorang pelajar SMK, warga Kampung Nangorak Jami, di Desa Jayamukti, Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (23/1/2020).

Suasana duka menyelimuti prosesi pemakaman Rendi. Bahkan sejumlah siswi terlihat menangis dan saling berpelukan bersama temannya.

Rendi dimakamkan berbarengan prosesi pemakaman Yudi (17) dan Tedi (25), di Kampung Ceumceum, Desa Jayamukti, yang tewas karena miras oplosan.

Di mata para siswa, Rendi adalah sosok yang baik dan humoris. Mereka tak menyangka Rendi meninggal secepat itu.

Bruno Matos Resmi Dilepas Bhayangkara FC, Semakin Dekat ke Persib Bandung?

"Saya tidak sekelas dengan Rendi. Tapi saya kenal dan tahu sosok Rendi itu periang dan humoris," kata Susana, salah seorang teman korban, yang ikut prosesi pemakaman.

Bambang (50), salah seorang warga yang ikut pemakaman, mengatakan hal yang sama. "Setahu saya Rendi itu anak yang baik. Dia jarang ke luar rumah. Dia memang suka humor," katanya.

Kasatnarkoba Polres Tasikmalaya, AKP Ngadiman, dalam keterangan persnya tidak menyebut Rendi sebagai korban tewas miras oplosan.

Termasuk Davi (20), warga Kampung Cigadog. Kedua pemuda ini juga dimakamkan Kamis (23/1/2020) pagi berbarengan dengan dimakamkannya Tedi dan Yudi.

Tak Kalah dari Persib Bandung, Persik Kediri Buru Pemain Berlabel Timnas Indonesia, Ini Sosoknya

"Yang meninggal dua orang. Sedang jumlah pemuda yang terlibat dalam pesta miras ini semuanya tujuh orang. Saya mengimbau orang tua agar lebih ketat lagi mengawasi anak-anaknya," kata Ngadiman.

Ngadiman juga menyebutkan, pesta miras tersebut juga bukan dalam rangka adanya korban yang ulang tahun. "Itu kumpul biasa, lalu pada minum miras dengan mengoplos alkohol 96 persen dengan kuku bima," ujarnya.

Penulis: Firman Suryaman
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved