Rumitnya Bikin KTP-el di Ciamis, Butuh 127.000 yang Diterima Hanya 6.000 Blanko

Memasuki bulan Januari 2020, Kabupaten Ciamis membutuhkan 127.000 blanko KTP-el dengan daftar tunggu sejak Juni 2019.

Rumitnya Bikin KTP-el di Ciamis, Butuh 127.000 yang Diterima Hanya 6.000 Blanko
Kolase TribunnewsBogor.com
ilustrasi KTP-el 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS - Memasuki bulan Januari 2020, Kabupaten Ciamis membutuhkan 127.000 blanko KTP-el dengan daftar tunggu sejak Juni 2019.

Paling banyak untuk mengganti KTP warga Kecamatan Banjaranyar (pemekaran Kecamatan Banjarsari) 42.000 blanko, berikut untuk wajib KTP pemula dan warga yang sudah melakukan perekaman data diri sejak bulan Juni 2019.

Dari kebutuhan total sebanyak 127.000 blanko KTP-el tersebut dalam seminggu ini pihak Disdukcapil hanya menerima alokasi 6.000 blanko dari Kemendagri.

“Minggu ini jumlah blanko KTP-el yang tersedia hanya 6.000 lembar. Sementara kebutuhan total sebanyak 127.000 blanko. Permohonannya banyak tapi yang datang hanya 6.000 blanko ,” ujar  Kabid Data dan Informasi Kependudukan Disdukcapil Ciamis,  Didin  Hadisuryaman S.Sos MSi kepada Tribun, Kamis (23/1/2020).

Stok 6.000 lembar blanko KTP-el tersebut kata Didin diprioritas bagi warga yang sudah merekam data diri yang totalnya sebanyak 34.000 pemohon.  

Tenaga Honorer Dihapuskan, Pemkot Bandung Minta Pemerintah Pusat Penuhi Kebutuhan P3K

“Prioritas peruntukan 6.000 lembar  blanko KTP-el tersebut adalah  untuk warga yang sudah melakukan perekaman data diri, paling lama terhitung sejak bulan Juni 2019 sesuai dengan daftar tunggu. Ke-6.000 lembar blanko tersebutpun  hari ini sudah habis dipakai (dicetak). Padahal kebutuhan prioritas sebanyak 34.000 lembar blanko KTP-el ,” katanya.

Bagi warga yang sudah merekam data diri, diberikan surat keterangan (Suket) sebagai bukti. Namun suket tersebut berlakunya selama 6 bulan, setelah itu bisa diperpanjang sampai terbitnya KTP-el.

“Saking sangat terbatasnya jumlah alokasi blanko KTP-el yang diterima. Ada warga yang baru mendapatkan KTP-el setelah tiga kali perpanjangan suket. Artinya yang bersangkutan lebih dari setahun usai perekaman data diri, baru dapat KTP-el. Itu karena saking terbatasnya ketersediaan blanko KTP-el,” ujar Didin.

Dari 27 kecamatan di Ciamis ada 7 kecamatan yang tidak bisa melakukan perekaman data diri warganya yang hendak membuat KTP-el karena server, computer maupun peralatan rusak atau hilang.

Suara Lutfi Pembawa Bendera Bocor Diduga saat Ditangkap, Minta Ampun,Ini Penjelasannya Soal Disetrum

Yakni Kecamatan Sukamantri, Panjalu, Cidolog, Sindangkasih dan Baregbeg. Sementara Kecamatan Banjaranyar (pemekaran Kecamatan Banjarsari) sejak berdiri sampai sekarang belum memiliki peralatan perekaman data diri untuk pembuatan KTP-el.

Warga ke-7 kecamatan tersebut untuk perekamanan data diri untuk pembuatan KTP-el bisa dilakukan di kecamatan terdekat atau langsung ke Kantor Dinas Catatan Sipil dan Kependudukan (Disduk Capil) Ciamis.

Menurut Didin, tiap hari kerja rata-rata ada 60 warga yang melakukan perekaman data diri di Kantor Disdukcapil Ciamis untuk pembuatan KTP-el. “Belum lagi yang melakukan perekaman data diri di kecamatan  masing-masing,” katanya.

Tenaga Honorer Dihapuskan, Pemkot Bandung Minta Pemerintah Pusat Penuhi Kebutuhan P3K

Penulis: Andri M Dani
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved