Ratu Keraton Agung Sejagat Minta Penangguhan Penahanan, Mengaku Belum Sehat Setelah Keguguran

Ratu Keraton Agung Sejagat alias Fanni Aminadia yang menjadi tersangka kasus penipuan dan berita bohong telah mengajukan penangguhan penahanan karena

Kolase Instagram Facebook Fanny Aminadia
Kanjeng Ratu Dyah Gitarja alias Fanny Aminadia, Ratu Keraton Agung Sejagat 

TRIBUNJABAR.ID, SEMARANG - Ratu Keraton Agung Sejagat alias Fanni Aminadia yang menjadi tersangka kasus penipuan dan berita bohong telah mengajukan penangguhan penahanan karena beberapa alasan.

Salah satu alasannya karena kondisi kesehatannya yang belum stabil pascakeguguran janinnya pada bulan Desember 2019 lalu.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Iskandar Fitriana Sutisna menegaskan pengajuan penangguhan penahanan terhadap Fanni sampai saat ini belum dipenuhi oleh penyidik.

"Penangguhan penahanan itu kewenangan penyidik. Sampai saat ini memang belum dipenuhi. Kalau alasannya karena keguguran ya harus ada surat keterangan dokter dulu," jelas Iskandar di Polda Jateng, Kamis (23/1/2020).

Helmy Yahya Dicopot dari Dirut TVRI, Anggota DPR Sarankan Dewan Pengawas Diaudit Investigasi

Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat Akhirnya Mengaku Hanya Mengkhayal, Bukan Dapat Wangsit

Sementara itu, kuasa hukum Fanni, Muhammad Sofyan mengatakan, pengangguhan penahanan itu dilakukan karena mempertimbangkan aspek kesehatan.

Pihaknya juga akan meminta hasil rekaman medis ke RSUP dr Sardjito Yogyakarta.

"Kami selaku kuasa hukum pada Senin 20 Januari 2020 kemarin sudah mengajukan penangguhan penahanan atau perubahan status penahanan terhadap Bu Fanni dengan mempertimbangkan aspek kesehatan," jelas Sofyan.

Kuasa hukum menyatakan siap menjadi penjamin bagi Fanni. Bahkan terdapat keluarga Fanni bersedia menjadi penjamin.

Bahwa Fanni tidak akan melarikan diri, tidak akan mempengaruhi saksi-saksi, tidak menghilangkan barang bukti dan kooperatif datang bila diperiksa sewaktu-waktu serta wajib lapor.

Kuasa hukum berharap pengajuan penangguhan penahanan itu dikabulkan oleh penyidik dengan dasar kemanusiaan.

"Belum direspons sama penyidik karena baru kemarin diajukan. Harapannya nanti penyidik bisa mengabulkan itu dengan dasar kemanusiaan kira-kira begitu," katanya. (Kompas.com/Riska Farasonalia)

Ternyata Keraton Agung Sejagat Pecahan Sunda Empire, Totok Santoso adalah Pecatan Sunda Empire

Kerajaan Agung Sejagat Bubar, Raja Toto Santoso dan Ratu Fanni Meminta Maaf, Keraton Hanya Fiktif

Editor: Theofilus Richard
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved