Helmy Yahya Dicopot dari Dirut TVRI, Anggota DPR Sarankan Dewan Pengawas Diaudit Investigasi

Helmy Yahya dicopot dari Dirut TVRI, anggota DPR menyarankan Dewan Pengawas diaudit investigasi.

TRIBUNJABAR.CO.ID/ERY CHANDRA
Muhammad Farhan berpose usai silahturahmi di Kantor Tribun Jabar, Jalan Sekelimus Soekarno Hatta, Bandung, Rabu (5/7/2017). 

“PP 13 tahun 2005 menyatakan bahwa dewan direksi itu dipilih dan ditetapkan oleh Dewas. Jadi sebenarnya dirut itu orang pilihan Dewas,” katanya.

Dari laporan yang diterimanya, kata dia, salah satu alasan pemecatan Helmy Yahya oleh dewan pengawas yakni persoalan kesejahteraan di mana honor pekerjaan (honor SKK) sebagian pegawai TVRI belum terbayarkan.

“Berapa banyak dari 4.800 yang terganggu akibat belum dibayarkan honor SKK mereka? Apakah termasuk karyawan TVRI di 28 stasiun daerah juga?” kata farhan.

Alasan lain yang diutarakan Dewas dalam pemecatan Helmy, menurut Farhan adalah terkait performa.

Mantan presenter radio itu mengatakan, perlu adanya parameter kuantitatif yang digunakan untuk mengukur performa Helmy Yahya sesuai dengan key peformance indicators yang ada di lembaga penyiaran publik.

“Semuanya harus jelas dan transparan agar tidak ada kebohongan yang ditutupi. Caranya ya melalui audit investigasi itu,” ucapnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pemecatan Helmy Yahya dari Dirut TVRI, DPR: Harus Audit Investigasi".

Editor: taufik ismail
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved