Ratusan Nasabah BNI di Kendari Jadi Korban Skimming

Sebanyak 115 nasabah BNI di Kendari, Sulawesi Tenggara, melapor telah menjadi korban skimming atau pembobolan data.

dglobe
Gambaran skimming di ATM. 

TRIBUNJABAR.ID- Sebanyak 115 nasabah BNI di Kendari, Sulawesi Tenggara, melapor telah menjadi korban skimming atau pembobolan data.

Jumlah nasabah BNI yang menjadi korban skimming itu berdasarkan laporan selama empat hari terakhir.

Kepala BNI Sultra, Muzakkir mengatakan, data ke 115 nasabah BNI itu adalah data yang diterima semenjak dibukanya layanan pengaduan khusus sejak Sabtu (18/1/2020).

Hingga Selasa (21/1/2020), ada 115 nasabah yang melapor telah menjadi korban skimming.

"Dari 115 orang nasabah, dana yang dikembalikan sudah 98 orang dengan total Rp 500 juta, dan 17 nasabah lainnya akan dikembalikan hari ini, Rabu," kata Muzakkir, saat dihubungi, Rabu.

Warga Turki Pelaku Skimming Bobol Dana Nasabah Rp 1,8 Miliar, Bagian dari Sindikat Internasional

Buronan Pemerintah AS Pelaku Skimming Rp 7 Triliun Kabur dari Rumah Detensi di Bali

Pada Sabtu hingga Minggu, BNI menerima laporan dari 47 orang dengan total dana yang dikembalikan Rp 300 juta.

Dana dikembalikan pada Senin (20/1/2020). Selanjutnya, laporan berikutnya yang diterima pada Senin, yaitu sebanyak 51 nasabah, dan telah dikembalikan sebesar Rp 200 juta.

Kemudian, laporan nasabah yang diterima pada Selasa, yaitu sebanyak 17 orang. Dana mereka juga akan dikembalikan pada hari ini.

Dana nasabah yang terdebet bervariasi mulai dari Rp 2 juta hingga puluhan juta rupiah.

Muzakkir mengungkapkan, BNI Cabang Kendari belum melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisiaan, karena masih melakukan koordinasi dengan Kantor BNI pusat di Jakarta.

Skimming

Lantas, apa itu skimming? Diberitakan Kompas.com (31/10/2016), skimming adalah suatu tindakan pencurian informasi kartu kredit atau debit dengan cara menyalin informasi yang terdapat pada strip magnetik kartu kredit atau debit secara ilegal.

Adapun modus yang digunakan oleh pelaku kejahatan perbankan dengan teknik skimming itu antara lain memasang WiFi pocket router disertai kamera yang telah dimodifikasi menyerupai penutup PIN pada mesin-mesin ATM guna mencuri PIN nasabah.

Melalui alat tersebut, para pelaku menduplikasi data magnetic stripe pada kartu ATM lalu mengkloningnya ke dalam kartu ATM kosong.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "115 Nasabah BNI Kendari Jadi Korban Skimming"

Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved