Tega, Bayi 16 Bulan di Tasikmalaya Diduga Jadi Korban Pencabulan

"Peristiwa (pencabulan terhadap bayi) terjadi Senin (13/1/2020). Sudah dilaporkan ke Polres Tasikmalaya Kota dan hingga kini masih dalam pengusutan,"

Tega, Bayi 16 Bulan di Tasikmalaya Diduga Jadi Korban Pencabulan
Tribun Jabar/Firman Suryaman
Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA- Hati-hati predator asusila tak jarang datang dari keluarga sendiri. Seperti yang dialami bayi berusia 16 bulan asal Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya.

Balita yang datang dari keluarga kurang mampu ini, bernasib mengenaskan. Diduga telah menjadi korban pencabulan anggota keluarga dekat.

"Peristiwanya terjadi Senin (13/1/2020). Sudah dilaporkan ke Polres Tasikmalaya Kota dan hingga kini masih dalam pengusutan," kata Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto, Selasa (21/1/2020).

Ato mengungkapkan, rumah orang tua korban dihuni oleh dua keluarga. Selain kedua orang tua korban, di rumah itu pun ada pasangan suami istri yang dimana istrinya merupakan kakak korban.

"Nah pada hari Senin itu orang tua korban mau pindah rumah, dan ibu korban beres-beres barang yang akan dibawa. Sementara ayahnya tengah bekerja serabutan," kata Ato Rinanto.

Jadi Korban Pencabulan 6 Pemuda, Gadis SMP di Garut Hamil dan Trauma, 3 Pelaku di Bawah Umur

Upaya Trauma Healing Korban Pencabulan, Polresta Cirebon Ajak Bermain 11 Anak Korban Sodomi

Pada saat membereskan barang-barang itu, korban ditinggal tidur di dalam kamar.

"Setelah selesai beres-beres barang, ibu korban bermaksud menggendong korban. Tapi ternyata korban menangis dan dari kemaluannya keluar darah," ujar Ato Rinanto.

Ibu korban terkejut dan panik. Ia segera membawa korban ke tetangganya, seorang tokoh.

"Di situ diperiksa, ternyata darah itu memang keluar dari dalam kemaluan korban. Kami yang mendapat laporan kejadian itu, langsung melakukan pendampingan," kata Ato Rinanto.

Korban dibawa ke RSU SMC Singaparna untuk mendapat perawatan sekaligus visum. Sementara ibu korban melaporkan kejadian itu ke Polres Tasikmalaya Kota.

"Melihat kronologis yang ada, warga menduga kuat terduga pelaku adalah kakak ipar korban. Usianya sekitar 35 tahun. Saat ini diamankan pihak keluarga untuk menghindari aksi main hakim sendiri," ujar Ato Rinanto

Penulis: Firman Suryaman
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved