Soal Keraton Agung Sejagat, Gubernur Jateng Mengaku Terkesan dengan Baju Raja, Mau Cari Penjahitnya

Ganjar justru memuji pakaian yang digunakan oleh beberapa kerajaan yang sempat viral beberapa waktu belakangan.

IST/Facebook
Pemimpin Keraton Agung Sejagat Sinuhun Totok Santoso Hadiningrat dan istrinya yang dipanggil Kanjeng Ratu Dyah Gitaraja. 

"Nah itu yang kemudian nggak boleh, itu yang kemudian diperiksa Polda," kata Ganjar.

Ganjar menegaskan, bahwa silsilah yang dibuat di kerajaan-kerajaan baru tersebut adalah hoaks.

"Maka kalau kemudian ngarang begitu baru kemudian jadi problem hukum."

"Penipuan dan merugikan orang, yang begitu nggak boleh, maka nggak usah buat silsilah saja," terang Ganjar.

Menurut Ganjar, kalau ingin dibuat silsilah bisa dbuat dari inisiatif pertama yang menjadi raja.

"Ya silsilah dimulai dari dia sendiri, saya adalah raja-rajaan yang pertama, nanti silsilah kedua raja-rajaannya yang dateng pertama, terus kedua."

"Dituliskan semuanya raja satu, raja dua, sehingga siapa tahu nanti ada raja sejut, oh berarti sudah ada sejuta rombongan yang ke sini," papar Ganjar.

Menurutnya hal itu akan bisa menarik untuk pengunjung.

Diberitakan sebelumnya, munculnya Keraton Agung Sejagat di Purworejo berhasil menyita perhatian publik.

Keraton Agung Sejagat itu dipimpin oleh Totok Santosa.

Setelah viral di media sosial, pemimpin Keraton Agung Sejagat lantas ditangkap polisi karena diduga melakukan penipuan terhadap pengikutnya.

Selain itu, muncul juga Karaton Djipang yang berada di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora.

Tak hanya itu, ada juga kerajaan Sunda Empire di Bandung, Jawa Barat.

(Tribunnews.com/Nanda Lusiana Saputri)

Editor: Ravianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved