Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat Mengaku Halu, Kerajaan Fiktif untuk Menipu, Kuda Hanya Sewaan

Raja dan ratu Keraton Agung Sejagat, Toto Santoso dan Fani Aminadia memberikan pengakuan mengejutkan. Kerajaan yang dibuat hanya untuk menipu.

Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat Mengaku Halu, Kerajaan Fiktif untuk Menipu, Kuda Hanya Sewaan
IST/Twitter via ReqNews
Totok Santoso Hadiningrat alias Sinuhun sebagai Raja Keraton Agung Sejagat, dan Dyah Gitarja sebagai Kanjeng Ratu. 

TRIBUNJABAR.ID - Raja dan ratu Keraton Agung Sejagat, Toto Santoso dan Fani Aminadia memberikan pengakuan mengejutkan.

Kemewahan yang selama ini diperlihatan kepada pengikut dan masyarakat Indonesia, ternyata palsu.

Bahkan sejumlah kuda yang digunakan untuk kirab keraton yang diiringi oleh banyak prajurit ternyata kuda sewaan.

Kemarin, polisi melakukan pemeriksaan kejiwaan kepada raja dan ratu Keraton Agung Sejagat, Toto Santoso dan Fani Aminadia.

Tak hanya memeriksa pelanggaran hukum terhadap pembentukan Keraton Agung Sejagat, polisi juga akan memeriksa kejiwaan keduanya.

Dari hasil pemeriksaan polisi, keduanya mengaku pembentukan Keraton Agung Sejagat dilakukan untuk penipuan.

Polisi juga menemukan jika keraton agung sejagat yang didirikan Toto juga memiliki empat cabang salah satunya di Klaten, Jawa Tengah.

Kirab yang digelar kerajaan fiktif Keraton Agung Sejagat 10 Januari lalu, sempat menarik perhatian warga.

Ternyata kuda yang digunakan untuk kirab adalah kuda sewaan.

Semua kuda dalam kirab bukanlah milik Toto Santoso dan Fanni Aminadia, pemimpin Keraton Agung Sejagat yang kini telah ditahan pihak kepolisian dalam kasus penipuan.

Halaman
1234
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved