Aksi Artis Mural Bandung

Komunitas Mural Bandung Tawarkan Ngemural di Kampung, Syaratnya Juga Gampang, Tidak Perlu Bayar

WALI Kota Komunitas Mural Bandung Alga Indria, S.Sn, M.Ds. (41) saat ditemui Tribun di Rumah Komuji, Jalan Cilaki 33, mengatakan bersama komunitasnya

Komunitas Mural Bandung Tawarkan Ngemural di Kampung, Syaratnya Juga Gampang, Tidak Perlu Bayar
Tribun Jabar/Januar P Hamel
Mural di Jalan Siliwangi, Kota Bandung. 

WALI Kota Komunitas Mural Bandung Alga Indria, S.Sn, M.Ds. (41) saat ditemui Tribun di Rumah Komuji, Jalan Cilaki 33, mengatakan bersama komunitasnya siap memberikan pelayanan sosial untuk ngemural di kampung-kampung.

Asalkan, kata Alga, memenuhi syarat yang telah ditentukan oleh Komunitas Mural Bandung.

"Kalau kampung mau dimural, ada beberapa yang menjadi bahan pertimbangan. Pertama warganya aktif, kami memprioritaskan warganya yang aktif. Konsepnya berkarya bersama.

Mural di Cibunut Kebon Pisang
Mural di Cibunut Kebon Pisang (Tribun Jabar/Januar P Hamel)

Kami tidak dibayar, kan, ada yang sosial dan komersial, jadi kami memprioritaskan warganya yang aktif," katanya.

Menurut Alga, waktunya juga harus tepat. Alga mengatakan, setiap artis mural memiliki kesibukan masing-masing, jadi waktunya harus tepat saat melakukan pengecatan.

"Yang ketiganya cat, sponsornya pilih-pilih, hal itu juga jadi kendala, kami juga tidak memberatkan warga, kalau udunan (urunan) sih nggak apa-apa," kata Alga.

Mural di Cibunut Kota Bandung
Mural di Cibunut Kota Bandung (Tribun Jabar/Januar P Hamel)

Menurut Alga, Komunitas Mural Bandung sedang menggagas ngemural di lima kota di Jawa Barat, yakni di Cirebon, Kuningan, Sukabumi, Bogor, dan Purwakarta.

"Persiapan sudah rampung namun kami butuh biaya besar, sponsornya belum pasti. Kami kerja sama dengan Dinas Pariwisata Jawa Barat. Penginnya sih sebelum April sudah selesai," katanya.

Mural di Cibunut
Mural di Cibunut (Tribun Jabar/Januar P Hamel)

Kenggotaan

Untuk menjadi anggota Komunitas Mural Bandung tidak lah sulit. Ikatan keanggotaannya mencair. Siapa pun boleh bergabung di Komunitas Mural Bandung.

"Secara keanggotaan lebih mencair. Siapa pun bisa keluar masuk. Apalagi kalau ada proyek pasti akan banyak kelihatan, kalau pengurus kurang lebih 10-15 orang," kata pengurus Komunitas Bandung Deden M Sahid.

Dari kanan ke kiri, Wali Kota Komunitas Mural Bandung Alga Indria, S.Sn, M.Ds, Tri Asayani S.Sn, dan Deden M Sahid.
Dari kanan ke kiri, Wali Kota Komunitas Mural Bandung Alga Indria, S.Sn, M.Ds, Tri Asayani S.Sn, dan Deden M Sahid. (TRIBUN JABAR/JANUAR P HAMEL)

Menurut pengurus lain Komunitas Mural Bandung, Tri Asayani S.Sn (39), kalau mau jadi anggota minimal pernah datang terlibat ke even mural.

"Biasanya kami tawari mau jadi angggota, nanti di grup wa dikabarin lagi ada even mau ikut lagi nggak," kata Tri. (januar ph)

Editor: Januar Pribadi Hamel
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved