Aksi Artis Mural Bandung

Komunitas Mural Bandung Berawal dari Babakan Siliwangi, Mereka Terbentuk Setelah Ngemural di Sana

KENDARAAN yang melewati Jalan Siliwangi, di kawasan Babakan Siliwangi terlihat tidak terlalu ramai, Rabu (15/1/2020). Sepeda motor dan mobil tampak me

TRIBUN JABAR/JANUAR P HAMEL
Dari kanan ke kiri, Wali Kota Komunitas Mural Bandung Alga Indria, S.Sn, M.Ds, Tri Asayani S.Sn, dan Deden M Sahid. 

KENDARAAN yang melewati Jalan Siliwangi, di kawasan Babakan Siliwangi terlihat tidak terlalu ramai, Rabu (15/1/2020). Sepeda motor dan mobil tampak melaju dalam keadaan sedang.

Hanya beberapa orang berjalan di trotoar di seberang Babakan Siliwangi. Di dinding seberang babakan siliwangi itu terlihat mural yang mulai kusam catnya.

Gambarnya di beberapa bagian sudah tidak jelas lagi. Mural sepanjang kurang lebih 500 meteran itu sudah lama tidak dicat lagi. Mural itu dibuat komunitas Mural Bandung pada 2016.

Mural di Jalan Siliwangi Dekat Baksil.
Mural di Jalan Siliwangi Dekat Baksil. (Tribun Jabar/Januar P Hamel)

Dari sinilah awal mula berdirinya Komunitas Mural Bandung. Saat itu, ribuan pemural bergotong royong mengecat di Jalan Siliwang yang panjangnya mencapai 500 meter.

Mural yang tadinya sudah ada direvitalisasi untuk memperindah kawasan tersebut. Saat itu catnya sudah pudar. Mural tersebut dibuat mahasiswa Seni Rupa ITB pada 2013.

"Kebetulan 2003, saya waktu itu masih mahasiswa salah satu yang mengerjakannya. Saat itu dikerjakan oleh Keluarga Mahasiswa Seni Rupa (KMSR) ITB," kata Wali Kota Komunitas Mural Bandung Alga Indria, S.Sn, M.Ds. (41) saat ditemui Tribun di Rumah Komuji, Jalan Cilaki 33.

Dari kanan ke kiri, Wali Kota Komunitas Mural Bandung Alga Indria, S.Sn, M.Ds, Tri Asayani S.Sn, dan Deden M Sahid.
Dari kanan ke kiri, Wali Kota Komunitas Mural Bandung Alga Indria, S.Sn, M.Ds, Tri Asayani S.Sn, dan Deden M Sahid. (TRIBUN JABAR/JANUAR P HAMEL)

Menurut Alga, ketika mengerjakan pada 2016, catnya sudah kusam. Akhirnya, kata Alga, mereka memutuskan untuk mengecat kembali.

"Saya sebagai Wakil Ketua Ikatan Alumni ITB Jawa Barat, punya konsep, selain melibatkan Keluarga Mahasiswa Seni Rupa (KMSR) ITB juga melibatkan komunitas-komunitas mural di Bandung. Kami sebar informasi, bahwa kami akan mengecat mural di Babakan Siliwangi," kata Alga.

Pengumuman tersebut, kata Alga, banyak yang merespon. Mereka berhasil mengumpulkan komunitas mural yang tersebar di Bandung bahkan luar Bandung.

Mural di Jalan Siliwangi, Kota Bandung.
Mural di Jalan Siliwangi, Kota Bandung. (Tribun Jabar/Januar P Hamel)

"Akhirnya dikumpulkan lah, submit karya sesuai tema yang kami buat, setelah mengecat, barulah kami membentuk komunitas bersama. Tadinya kan komunitas kecil-kecil, macam-macam ada A2O, macam-macam lah. Di mural itu komunitas itu bisa hanya 3 orang mereka jalan," katanya.

Halaman
12
Editor: Januar Pribadi Hamel
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved