Aksi Artis Mural Bandung

Komunitas Mural Bandung Bakal Merevitalisasi Mural di Babakan Siliwangi dan Ngemural di 5 Kota

KOMUNITAS Mural Bandung berencana merevitalisasi mural di Jalan Siliwangi. Wali Kota Komunitas Mural Bandung Alga Indria, S.Sn, M.Ds. (41) Alga menga

Komunitas Mural Bandung Bakal Merevitalisasi Mural di Babakan Siliwangi dan Ngemural di 5 Kota
Tribun Jabar/Januar P Hamel
Mural di Jalan Siliwangi Dekat Baksil. 

KOMUNITAS Mural Bandung berencana merevitalisasi mural di Jalan Siliwangi.

Wali Kota Komunitas Mural Bandung Alga Indria, S.Sn, M.Ds. (41) Alga mengakui cat di dinding Jalan Siliwangi itu sudah memudar.

"Muralnya akan diganti dengan konsep baru. Idenya banyak yang kemarin itu masih ada terkait dengan PON di Jawa Barat.

Mural di Jalan Siliwangi, Kota Bandung.
Mural di Jalan Siliwangi, Kota Bandung. (Tribun Jabar/Januar P Hamel)

Tahun ini temanya akan ganti dengan tema yang bagus untuk diangkat," kata Tri Asayani S.Sn (39), pengurus Komunitas Mural Bandung di Rumah Komuji Jalan Cilaki 33, Selasa (14/1/2020).

Namun Tri belum bisa mengatakan kapan revitalisasi itu dilakukan karena terbentur masalah pendanaan.

"Kami belum menemukan sponsornya sampai sekarang," kata Tri.

Mural di Jalan Siliwangi, Kota Bandung.
Mural di Jalan Siliwangi, Kota Bandung. (Tribun Jabar/Januar P Hamel)

Menurut Alga, Komunitas Mural Bandung juga sedang menggagas ngemural di lima kota di Jawa Barat, yakni di Cirebon, Kuningan, Sukabumi, Bogor, dan Purwakarta.

"Persiapan sudah rampung namun kami butuh biaya besar, sponsornya belum pasti. Kami kerja sama dengan Dinas Pariwisata Jawa Barat. Penginnya sih sebelum April sudah selesai," katanya.

Komunitas Mural Bandung siap memberikan pelayanan sosial untuk ngemural di kampung-kampung.

Dari kanan ke kiri, Wali Kota Komunitas Mural Bandung Alga Indria, S.Sn, M.Ds, Tri Asayani S.Sn, dan Deden M Sahid.
Dari kanan ke kiri, Wali Kota Komunitas Mural Bandung Alga Indria, S.Sn, M.Ds, Tri Asayani S.Sn, dan Deden M Sahid. (TRIBUN JABAR/JANUAR P HAMEL)

Asalkan, kata Alga, memenuhi syarat yang telah ditentukan oleh Komunitas Mural Bandung.

"Kalau kampung mau dimural, ada beberapa yang menjadi bahan pertimbangan. Pertama warganya aktif, kami memprioritaskan warganya yang aktif. Konsepnya berkarya bersama.

Kami tidak dibayar, kan, ada yang sosial dan komersial, jadi kami memprioritaskan warganya yang aktif," katanya.

Mural di Cibunut Kota Bandung
Mural di Cibunut Kota Bandung (Tribun Jabar/Januar P Hamel)

Menurut Alga, waktunya juga harus tepat. Alga mengatakan, setiap artis mural memiliki kesibukan masing-masing, jadi waktunya harus tepat saat melakukan pengecatan.

"Yang ketiganya cat, sponsornya pilih-pilih, hal itu juga jadi kendala, kami juga tidak memberatkan warga, kalau udunan (urunan) sih nggak apa-apa," kata Alga. (januar ph)

Editor: Januar Pribadi Hamel
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved