Kenali Dan Waspadai Batu Ginjal Dan Batu Kandung Kemih

KELAINAN batu ginjal dan batu kemih menjadi salah satu penyakit yang sudah tidak asing lagi. Penyakit ini bisa menyerang siapa saja,

Kenali Dan Waspadai Batu Ginjal Dan Batu Kandung Kemih
istimewa
Santosa Hospital 

TRIBUNJABAR.ID,- KELAINAN batu ginjal dan batu kemih menjadi salah satu penyakit yang sudah tidak asing lagi. Penyakit ini bisa menyerang siapa saja, bahkan mereka yang usia muda pun bisa mengalami kelainan batu ginjal dan batu kemih. Terlebih bila seseorang tidak memperhatikan pola hidup sehat. Meski begitu, pasien tidak perlu khawatir.

Bila ditangani sejak dini, penyakit ini bisa diatasi. Teknologi kedokteran yang makin modern juga membantu dengan mudah mengatasi penyakit ini, seperti pelayanan yang diberikan oleh Santosa Hospital Bandung Center Jalan Kebon Jati, Bandung.

Sekilas tentang penyakit batu ginjal atau dalam istilah medis disebut nefrolitiasis. Batu ginjal adalah pembentukan materi keras menyerupai batu yang berasal dari mineral dan garam di dalam ginjal. Batu ginjal bisa terjadi di sepanjang saluran urine, dari ginjal, ureter (saluran kemih membawa urine dari ginjal menuju kandung kemih), kandung kemih, serta uretra (saluran kemih yang membawa urine ke luar tubuh).Batu ginjal ini terbentuk dari limbah dalam darah yang membentuk kristal dan menumpuk di ginjal dan setelah sekian lama makin keras dan membentuk bentuk batu.

Urologist-Santosa Hospital Bandung Center, dr Tomy M Seno mengatakan kasus penyakit batu ginjal maupun batu kemih di Jawa Barat khususnya kota Bandung cukup banyak, terutama penderita batu ginjal. Kebanyakan pasien yang datang sudah dalam kondisi harus dilakukan penanganan lebih lanjut. Kondisi ini dikarenakan pasien tidak menyadari kalau keluhan yang dialaminya diakibatkan karena batu ginjal.

"Karena gejala yang dialami pasien kerap dianggap sebagai hal biasa atau tidak terpikirkan kalau terkena batu ginjal atau batu kandung kemih. Seperti gejala nyeri pinggang yang hilang timbul, nyeri terkadang menjalar ke perut, nyeri ketika buang air kecil, sering buang air kecil atau air seni yang keluar sedikit. Gejala ini kurang dianggap atau memang pasien kurang paham tentang gejala batu ginjal," kata dr Tomy ditemui di Poli Bedah Santosa Hospital Bandung Center Jalan Kebon Jati, Bandung belum lama ini.

logo santosa2
Santosa Hospital

Gejala-gejala seperti itu, menurutnya perlu diwaspada. Terlebih bila pasien merasakan ada nyeri saat buang air kecil dan nyeri di punggung atau bagian samping tubuh. Nyeri tiba-tiba di perut juga bisa saja menjadi salah satu indikasi penyakit ginjal. Ciri-ciri lain yang perlu diwaspadai adalah mual atau muntah apalagi bila ditambah air seni berdarah.

Bila gejala-gejala tersebut kerap dialami pasien, lebih baik segera memeriksakan diri ke dokter. Karena penanganan sejak dini juga akan makin mudah penyembuhan atau pengobatannya. Dokter akan segera melakukan tindakan sesuai kondisi yang dialami pasien. Penanganan bisa dilakukan dengan pemberian obat hingga dilakukan pembedahan.

Kondisi yang hampir sama juga dialami pasien batu kemih. Hanya saja batu kandung kemih ini ditemukan atau berada di dalam kandung kemih. Gejala juga hampir sama dengan batu ginjal seperti nyeri saat berkemih atau buang air kecil, kesulitan buang air kecil bahkan lebih parah lagi tidak bisa buang air kecil. Bila tidak segera tertangani bisa menyebabkan infeksi saluran kemih.
Untuk penanganan juga hampir serupa. Namun kemajuan teknologi juga makin mempermudah penanganan.

Santosa Hospital Bandung Center memilili pelayanan penanganan batu ginjal dan batu kemih mulai dari poli hingga pembedahan yang didukung dengan peralatan dan perlengkapan modern. Seperti dengan menggunakan endoskopi. Alat ini tidak hanya berfungsi untuk diagnosa tapi juga dapat digunakan untuk menghilangkan batu ginjal yang terletak di ureter atau ginjal itu sendiri. Tindakan ini dapat menghilangkan batu ginjal dengan segala ukuran.

"Sekarang pembedahan juga ada yang lebih mudah, cukup dengan sayatan kecil," katanya.
Meski batu ginjal dan batu kemih bukan tergolong penyakit mematikan, namun bisa menimbulkan resiko berbahaya bila tidak tertangani. Untuk itu, pencegahan merupakan hal yang terpenting agar tidak terkena penyakit ini. Gaya hidup saat ini berpotensi besar seseorang bisa terkena batu ginjal dan batu kemih. Seperti pola makan yang tidak baik.

Risiko terbentuknya batu kandung kemih akan lebih tinggi ketika pola makan tinggi lemak, protein, gula, atau garam dilakukan dan asupan vitamin A dan B rendah. Kurang minum air juga bisa meningkatkan risiko terbentuknya batu kandung kemih.

Pola makan yang tidak seimbang juga bisa memicu munculnya penyakit ini seperti terus menerus mengkonsumsi sea food seperti udang dan kepiting. Makanan-makanan yang tinggi purin serta memicu asam urat juga bisa membuat seseorang berpotensi terkena batu ginjal dan batu kemih. Kondisi ini bisa makin besar bila seseorang memiliki genetik dari keluarganya yang pernah mengalami penyakit tersebut.

"Untuk itu, intinya pola hidup sehat dan asupan makanan serta minuman yang seimbang serta dibarengi dengan olahraga bisa mencegah terkena penyakit ini serta penyakit lainnya," katanya. (siti fatimah).

Editor: bisnistribunjabar
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved