Tukang Cilok di Purwakarta Gantung Diri, Diduga Putus Asa Usaha Tak Maju-maju

Saepuloh (38) tewas gantung diri di Kampung Legokwaru, Desa Legoksari, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta,

Tukang Cilok di Purwakarta Gantung Diri, Diduga Putus Asa Usaha Tak Maju-maju
Tribun Jabar
Ilustrasi Bunuh Diri Gantung Diri 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Saepuloh (38) tewas gantung diri di Kampung Legokwaru, Desa Legoksari, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Senin (20/1/2020) pukul 11.00 WIB.

Kasatreskrim Polres Purwakarta, AKP Handreas Ardian mengatakan Saepuloh gantung diri di rumahnya dan ditemukan oleh teman kerjanya yang bernama Edeng.

"Teman kerjanya itu sempat menghubungi korban beberapa kali tapi tak menjawab. Temannya itu hendak mengajak bekerja, sewaktu ke rumah temannya memanggil-manggil tapi tak ada jawaban dan dilihat korban sudah tergantung," kata AKP Handreas saat dihubungi Tribun Jabar, Senin (20/1/2020).

Handreas juga menyebut alasan Saepuloh mengakhiri hidupnya dengan gantung diri karena diduga putus asa usahanya tak ada peningkatan.

Fabiano Beltrame Mengaku Tak Mampu Tunjukkan Permainan Terbaik di Malaysia, Ini Alasannya

"Korban itu pedagang cilok tapi usahanya gak maju-maju dan justru banyak utang. Ditambah uang kiriman dari istrinya yang bekerja di luar negeri sudah habis," ujarnya.

Sebelum gantung diri, Handreas mengatakan korban sempat membuat surat wasiat. Atas kejadian ini, pihak kepolisian berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, seperti dua ember, satu buku tulis,

"Hasil olah TKP korban gunakan celana pendek dengan kalung tasbih dan tergantung dengan seutas tali pada bambu di atas kaso kamarnya," katanya.

Jelang Putaran 2 Penyisihan Liga Champions Asia, Melbourne Victory Bahas 3 Pemain Kunci Bali United

Tali yang tergantung ke lehernya sepanjang 156 sentimeter dan tinggi dari ikatan bambu hingga lantai 302 sentimeter. Tak hanya itu, kondisi korban saat tergantung gigi rapat namun mengeluarkan air liur.

"Korban sempat dibawa ke Puskesmas Darangdan untuk dilakukan pemeriksaan luar dan visum. Keluarga korban juga menolak dilakukan autopsi," ujarnya

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved