Elizabeth Hadirkan Inovasi Tas Batik, Dibuat dengan Cara Dilaser

Batik menjadi salah satu kekayaan tradisional budaya Indonesia yang kini mulai banyak dijadikan inovasi untuk berbagai

Penulis: Putri Puspita Nilawati | Editor: Ichsan
Tribunjabar/Putri Puspita Nilawati
Tas batik Elizabeth yang dibuat dengan cara dilaser 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Batik menjadi salah satu kekayaan tradisional budaya Indonesia yang kini mulai banyak dijadikan inovasi untuk berbagai produk fesyen.

Seperti yang dilakukan brand legendaris lokal Elizabeth, yang sejak enam bulan lalu meluncurkan tas model batik dengan inovasi yang berbeda.

Direktur PT. Elizabeth Hanjaya, Lisa Subali mengatakan tas batik yang dibuat Elizabeth berbeda dengan tas batik biasanya.

Bukan dibuat dari bahan kain, tas batik Elizabeth justru dibuat dengan inovasi dan teknologi yang belum digunakan oleh brand lainnya.

"Tas batiknya di bordir print laser. Dalam proses pembuatanya corak lasernya dalam sehari cuma bisa menghasilkan 12 pieces saja," ujar Lisa saat ditemui di sela acara Elizabeth Close To You, di Cihampelas Walk, Jumat (17/1/2020).

Tagar #EzeStay Mencuat, Bobotoh Siap-siap Lihat Ezechiel Ndouasel Tetap di Persib Bandung

Hadirnya inovasi tas batik ini justru cukup banyak peminatnya dan sungguh tak disangka oleh Lisa.

Kesan hanya digunakan oleh orang saat menggunkan batik ternyata sudah hilang di generasi milenial.

Ketika membuat tas batik ini, ia mengaku kewalahan dalam proses pembuatannya.

"Model batik yang telah diluncurkan saat ini ada 10 model. Kedepannya 4-5 bulan lagi juga akan mengluarkan seri baru," ujarnya.

Saat ini Lisa masih menggunakan corak batik parang, kawung, dan mega mendung karena motifnya mudah diterima oleh masyarakat.

Namun kedepannya, ia mengatakan akan memperkenalkan jenis-jenis batik lainnya dari Nusantara seperti tenun ikat hingga batik papua.

Update Kasus Siwi Sidi vs Akun Digeeembok, Akhirnya Pramugari Garuda Itu Penuhi Panggilan Polisi

Tas batik ini meluncurkan seri backpack, selempang, tas kerja, dan tas kecil untuk undangan.

Alasan Lisa meluncurkan model batik ini karena ia melihat adanya dukungan pemerintah yang menggalakan batik setiap hari Jumat dan di Bandung juga ada Rebo Nyunda.

"Saya juga melihat saat ini batik sudah mulai banyak diterima oleh masyarakat. Kain-kain Nusantara juga demikian. Saya amati pasar dan mengembangkannya," ujar Lisa.

Penjualan tas batik yang meningkat juga diakui Lisa dikarenakan adanya penjualan online saat ini.

Dari pengamatannya adanya penjualan online memang membantu pasarnya yang menyebar di berbagai pulau Indonesia.

74 Orang Meninggal, 800 Ribu Orang Mengungsi, Cuaca Ektreme Belum Selesai, BNPB: Waspada!

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved