Cerita Saksi Mata Tentang Kantor Desa Neglasari yang Terbakar, Sebelumnya Melintas Dua Motor

Sumber penyebab kebakaran kantor Desa Neglasari, Kecamatan Jatiwaras, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu

Cerita Saksi Mata Tentang Kantor Desa Neglasari yang Terbakar, Sebelumnya Melintas Dua Motor
tribunjabar/firman suryaman
Kantor Desa Neglasari di Tasikmalaya Terbakar, Pelayanan di Bangunan Darurat 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Sumber penyebab kebakaran kantor Desa Neglasari, Kecamatan Jatiwaras, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (16/1/2020) dini hari, masih dalam penyelidikan polisi.

"Penyebabnya masih diselidiki Polres Tasikmalaya. Kami hanya minta masyarakat tetap tenang dan pelayanan pemerintahan desa tetap berjalan," kata Kepala Bagian Pemerintahan dan Desa, Setda Kabupaten Tasikmalaya, Zaenal Furkon, Senin (20/1/2020).

Seorang pegawai Puskesmas Jatiwaras, Dendi, yang rumahnya bersebelahan dengan kantor desa, menuturkan, sebelum api muncul ada dua sepeda motor melintas sekitar pukul 02.30

"Saya kemudian mendengar suara kaca pecah. Lalu saya menuju ke kamar mandi. Tapi kemudian mendengar suara kebakaran. Anak saya pun bangun dan berteriak, Pak kantor desa kebakaran," kata Dendi.

Aa Umbara Sebut 90 Persen Rumah Warga yang Jebol Akibat Banjir Bandang Sudah Diperbaiki

Dendi pun keluar dan melihat bagian dalam kantor desa sudah dipenuhi asap pekat. Ia kemudian memberi tahu warga. Warga kemudian bahu-membahu berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya.

"Saya sendiri sibuk mengajak istri dan anak keluar serta mengeluarkan kendaraan dan barang-barang dari rumah karena khawatir api merembet," ujar Dendi.

Zaenal menambahkan, pihak berwajib sudah turun tangan melakukan penyelidikan ke lokasi, Minggu (19/1/2020).

"Kami saat ini fokus ke pemindahan sementara kantor desa agar pelayan tidak terganggu. Sementara menempati tempat darurat samping kantor desa," ujarnya.

Sempat Diragukan, Ini Kata Striker Baru Persib Bandung Beni Oktovianto

Seorang warga yang enggan disebut namanya, menyebutkan, warga kini khawatir menjadi kambing hitam karena ada dugaan kantor desa dibakar.

"Warga kan sebelumnya dua kali melakukan aksi unjuk rasa menuntut transparansi dana desa. Mereka khawatir jadi kambing hitam. Makanya berharap polisi mengusut sampi tuntas kasus kebakaran itu," ujar warga tersebut.

Penulis: Firman Suryaman
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved