Persib Bandung

Robert Alberts Pakai Formasi dan Taktik Baru Saat Lawan Selangor FA, Hasilnya Jeblok 0-3

Pelatih Persib Bandung Robert Alberts saat menghadapi Selangor FA menurunkan pemain mudanya

Robert Alberts Pakai Formasi dan Taktik Baru Saat Lawan Selangor FA, Hasilnya Jeblok 0-3
Twitter Persib
Persib dikalahkan Selangor. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Pulloh Anwari

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pelatih Persib Bandung Robert Alberts saat menghadapi Selangor FA menurunkan pemain mudanya serta mengubah formasi dan taktik pada laga tersebut.

Pada laga tersebut Persib Bandung takluk 0-3.

Mantan pemain Persib, Yudi Guntara menilai Coach Roberts pada laga perdana di turnamen Malaysia itu mencoba meracik para pemain sesuai keinginnya.

Menurut Yudi dari segi formasi, Roberts menggunakan formasi yang jarang sekali diterapkan pada liga musim lalu.

"Masih belum menemukan kekompakan lini per lini, ditampilkan strategi berbeda menggunakan formasi 4-4-2 biasanya pakai 4-3-3," kata Yudi kepada Tribun Jabar di Bandung, Minggu (19/1/2020).

30 Pohon Ganja Sudah Dicabuti dari Lereng Gunung Guntur, Medannya Berat Diduga Masih Banyak

Alhasil, dari perubahan formasi tersebut, beberapa pemain seperti di lini tengah, Kim dan Dedi nampak tak bisa menguasai lapangan tengah, dikarena posisi Dedi dan Kim sama, gelandang bertahan.

Yudi menilai meskipun Beni diberikan menit bermain yang sangat singkat masuk pada menit ke 75 mengganti Wander Luiz, pemain anyar Persib tersebut mampu membuat penyerangan sedikit menekan dengan kemampuannya mengandalkan kecepatannya.

Di lini pertahanan, Yudi memberikan apresiasi terhadap pemain naturalisasi Persib yaitu Fabiano Beltrame.

Catatan untuk Wander Luiz & Joel Vinicius Jika Ingin Direkrut Persib Bandung, Apa Kata Bobotoh

Lantaran menurut Yudi, meskipun tak bermain pada musim 2019 itu, Fabiano mampu mengeluarkan kemampuannya meskipun lini pertahanan pada laga itu menjadi sorotan.

"Fabiano punya kelebihan tersendiri tidak sia-sia, dari centerback (pemain belakang) tidak pusing lagi, apabila Nick tidak bisa main, karena banyaknya pemain pelapis yang setara dan komplit, dan kompetisi panjang," jelasnya.

Penulis: Syarif Pulloh Anwari
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved