Munculnya Keraton Agung Sejagat dan Sunda Empire, Sekjen FSKN Mengaku Sedih, Prihatin dan Kecewa

Sekjen FSKN) Rd Hanif Radinal mengaku sedih, kecewa, dan prihatin dengan munculnya Keraton Agung Sejagat dan Sunda Empire

Munculnya Keraton Agung Sejagat dan Sunda Empire, Sekjen FSKN Mengaku Sedih, Prihatin dan Kecewa
Tribun Jabar/Andri M Dani
Rd Hanif Radinal (53), Sekjen Forum Silaturahmi Keraton Nusantara ( FSKN) saat ditemui di Situs Jambansari, Kabupaten Ciamis, Minggu (19/1/2020) sore. 

 Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS – Sekjen Forum Silaturahmi Keraton Nusantara ( FSKN) Rd Hanif Radinal mengaku sedih, kecewa, dan prihatin dengan munculnya Keraton Agung Sejagat dan Sunda Empire yang kini viral dan menjadi perhatian banyak orang.

“Fenomena ini jelas mengancam marwah kerajaan dan keraton se Nusantara yang tergabung dalam FSKN. Marwah keraton sebagai benteng terakhir jati diri bangsa kini menjadi bahan pelecehan. Kondisi yang menyedihkan, prihatin dan kecewa,” tutur  Sekjen FSKN, Rd Hanif Radinal kepada Tribun dan wartawan lainnya di Situs Jambansari Ciamis Minggu (19/1/2020) sore.

FKSN kata Hanif merupakan wadah silaturahmi keraton kerajaan, kesultanan, kedatuan,  trah keturunan, masyarakat adat, lembaga adat, penggiat budaya se Nusantara yang jelas latar belakang sejarah, silsilah, peninggalan, artefak, budaya, naskah hingga kajian akademisnya. FSKN merupakan wadah silaturahmi keraton se Nusantara.

Wagub Jabar Ajak Masyarakat Halau Paham Tidak Rasional dengan Perkuat Iman dan Taqwa

Warga KBB Diminta Segera Lapor Jika Temukan Kelompok Seperti Sunda Empire dan Keraton Agung Sejagat

Tanpa Mahkota, Tanpa Kerajaan; Rd Hanif Radinal Mukhtar Dinobatkan jadi Raja Galuh

“Keraton sebagai aset jati diri bangsa kini jadi bahan guyonan, jadi bahan tertawaan,” katanya.

Hanif mengapresiasi langkah pihak berwenang yang telah cepat mengambil tindakan, agar kejadian serupa tidak meluas.

“Kami sangat mendukung pendapat-pendapat yang sudah disampaikan PRA  Arif Natadiningrat dari Keraton Kasepuhan Cirebon sebagai Ketua Umum FKSN. Itulah sikap FSKN tentang bermunculannya keraton, kerajaan yang kini menjadi sorotan,” ujar Rd Hanif Radinal yang merupakan keturunan ke-6 Kanjeng Prabu RAA Kusumadiningrat (Bupati ke-16 Galuh), keturunan ke-17 Prabu Haur Koneng atau keturunan ke-21 Prabu Siliwangi yang kini didaulat jadi Wawakil Galuh oleh 200 kabuyutan se Ciamis yang tergabung dalam Galuh Sadulur, Sunda Saamparan Wangi di buana.

Ketua FSKN Sebut Garis Keturunan Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat Tidak Jelas

Keraton Agung Sejagat Punya Duit di Swiss, Ketum FSKN: Harta Keraton Habis untuk Kemerdekaan RI

Rd Hanif mengakui perlu adanya payung hukum resmi bagi keraton se Nusantara untuk menjaga eksistensi dan kelestarian keraton sebagai benteng terakhir jati diri bangsa.

Namun Rd Hanif enggan berkomentar lebih jauh tentang asal usul dan sepak terjang Keraton Agung Sejagat, maupun Sunda Empire yang kini banyak diperbincangkan.

"Tentang hal tersebut (Keraton Agung Sejagat, Sunda Empire, maupun Keraton Selacau ) kami mengapresiasi langkah pihak berwenang yang sudah bergerak cepat. Kami tidak ingin berpolemik, tinggal mengambil hikmahnya,” katanya (andri m dani)

Penulis: Andri M Dani
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved