Kesultanan Selaco di Tasik

Raden Rohidin Mengaku Kesultanan Selaco Diakui PBB, Setelan Jas Jadi Pakaian Resmi Kesultanan

Ada yang tak biasa dengan Kesultanan Selaco Selacau Tunggul Rahayu di Kampung Karangtengah, Desa Cibungur, Kecamatan Parungponteng, Kabupaten Tasikmal

Raden Rohidin Mengaku Kesultanan Selaco Diakui PBB, Setelan Jas Jadi Pakaian Resmi Kesultanan
ist
Raden Rohidin atau Sultan Patrakusumah VIII, Kesultanan Selaco 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Ada yang tak biasa dengan Kesultanan Selaco Selacau Tunggul Rahayu di Kampung Karangtengah, Desa Cibungur, Kecamatan Parungponteng, Kabupaten Tasikmalaya.

Kalau keraton atau kesultanan lain memiliki seragam adat sebagai ciri khas, Kesultanan Selaco lebih memilih setelan jas internasional sebagai setelan resmi kesultanan.

"Kami tidak punya seragam khusus seperti yang lainnya. Seragam kami adalah setelan jas resmi," kata Raden Rohidin alias Sultan Patrakusumah VIII, pemimpin Kesultanan Selaco, saat ditemui di salah satu kediamannya di Perumahan Kopo Indah, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Jumat (17/1/2020) petang.

Raden Rohidin Sultan Kesultanan Selaco Minta Jangan Salah Paham: Kami Tetap Warga Indonesia

Foto-foto keberadaan Kesultanan Selaco alias Selacau Tunggul Rahayu di Parung Ponten Kabupaten Tasikmalaya.
Foto-foto keberadaan Kesultanan Selaco alias Selacau Tunggul Rahayu di Parung Ponten Kabupaten Tasikmalaya. (KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHA)

Menurut Rohidin, dipilihnya jas sebagai seragam resmi kesultanan, karena eksistensi Kesultanan Selaco, menurutnya sudah diakui oleh PBB melalui UNESCO. Karenanya, seragam pun mesti menyesuaikan.

Namun begitu, pada kegiatan tertentu dirinya bersama para adipati dan mangkubumi, kerap mengenakan pakaian resmi adat Sunda yang biasa digunakan pada acara pernikahan atau hajatan lainnya.

"Bahkan dalam keseharian, kami mengenakan pakaian biasa saja. Kecuali saya kerap mengenakan jas karena cukup banyak kegiatan," ujar Rohidin.

Kesultanan Selaco dirintis sejka tahun 2004 dan menurut pengakuan Rohidin, pada tahun 2018 mendapat pengakuan PBB sebagai warisan budaya Indonesia. Kemudian diresmikan Kesultanan Selaco.

"Saya sendiri adalah keturunan kesembilan dari Surawisesa, Maharaja Galuh Pakuan, Bogor, yang mengungsi ke Parungponteng tahun 1527, karena istana saat itu dikudeta oleh saudara Maharaja sendiri," kata Rohidin.

Pengusaha UKM Bakal Gugat Panitia Mukan Kadin Garut Gara-gara Ini

Kesultanan Selaco di Tasikmalaya Punya Istana Megah, Pendirinya Mengaku Keturunan Raja Padjadjaran

Penulis: Firman Suryaman
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved