Petani Muda di Garut Sebut Butuh Bantuan Pemerintah Soal Ini

Para petani milenial di Kabupaten Garut mengharapkan dorongan pemerintah untuk penguatan pertanian di Garut. Utamanya mengajak kaum muda agar tak malu

Petani Muda di Garut Sebut Butuh Bantuan Pemerintah Soal Ini
Tribun Jabar/Firman Wijaksana
Rizal Pahreza, founder Kebun Jeruk Eptilu Cikajang (kanan), Sekretaris Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan, Siti Munifah dan Kepala Dinas Pertanian Garut, Beni Yoga saat menghadiri pelatihan petani milenial di Kebun Jeruk Eptilu Cikajang, Sabtu (18/1/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Para petani milenial di Kabupaten Garut mengharapkan dorongan pemerintah untuk penguatan pertanian di Garut. Utamanya mengajak kaum muda agar tak malu untuk bertani.

Rizal Pahreza, founder Kebun Jeruk Eptilu Cikajang, mengaku jika pata petani muda mempunyai beberapa kendala. Padahal keinginan untuk bertani sangat tinggi. Petani milenial pun sudah memiliki pengalaman.

"Cuma kendalanya ada di akses lahan, permodalan, peralatan, dan pemasaran. Semua lembaga harus mendorong menghilangkan kendala itu," ujar Rizal, Sabtu (18/1/2020).

Bus Pariwisata yang Kecelakaan di Subang Bawa Rombongan dari Depok

Salah satu dukungan diberikan Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. Rizal mengumpulkan 60 petani muda dari sembilan kecamatan di Garut untuk mendapat pelatihan.

"Tak hanya wacana tapi aksi langsung Dari 60 petani ini. Semuanya murni petani milenial. Mereka dari segi kemampuan banyak dan keinginan bertani jangan diragukan," katanya.

Ia berharap, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian bisa menggugah Dinas Pertanian Garut jika petani milenial Garut itu ada. Apalagi secara umum, masih jadi tugas besar untuk mengajak milenia menjadi petani.

"62 persen petani di Garut itu usianya 45 tahun ke atas. Mau dikasih teknologi apapun, berat bagi mereka. Makanya perlu ada petani milenial yang bisa menggunakan teknologi pertanian," ujarnya.

Sekretaris Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan, Siti Munifah, mengatakan, pemerintah menargetkan ads 500 ribu petani milenial yang tumbuh setiap tahunnya. Para petani milenial bisa menggarap tanaman yang sangat berpotensi.

Sering Konsumsi Jamur Banyak Manfaatnya, Ini Kandungan yang Ada di Dalamnya

"Jenisnya banyak tanaman yang unggul. Seperti di Garut contoh jeruk, alpukat, manggis, tomat, dan cabai. Semuanya produk unggulan yang dibutuhkan setiap saat," kata Siti.

Untuk bisa mendapat hasil maksimal, tak bisa mengandalkan petani tradisional. Anak muda harus terjun untuk mengubah ke arah petani modern.

"Petani muda ini kami beri pelatihan. Nanti juga dibantu mulai dari mengaktifkan kredit sebagai modal usaha pertanian. Mereka juga diarahkan menanam sesuai kebutuhan pasar," ujarnya.

Update Kecelakaan Maut di Subang, 8 Korban Meninggal Dunia, 5 Luka Berat

Penulis: Firman Wijaksana
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved