Kesultanan Selaco di Tasik

Kesbangpol Kabupaten Tasikmalaya Akui Kesultanan Selaco Tercatat di Kemenkumham

"Pihak kesultanan memang sudah mengajukan permohonan pengesahan, dan keluar keputusan Kemenkumham saat itu tertanggal 24 Juli 2002," kata Piping, saat

Kesbangpol Kabupaten Tasikmalaya Akui Kesultanan Selaco Tercatat di Kemenkumham
Tribun Jabar/Firman Suryaman
Kasi Kewaspadaan Daerah, Kantor Kesbangpol Kabupaten Tasikmalaya, Piping Noviati, memberikan keterngan kepada wartawan, Sabtu (18/1) sore. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Kepala Seksi Kewaspadaan Daerah, Kantor Kesbangpol Kabupaten Tasikmalaya, Piping Noviati, membenarkan bahwa Kesultanan Selaco Selacau Tunggul Rahayu sudah tercatat di Kemenkumham sebagai cagar budaya.

"Pihak kesultanan memang sudah mengajukan permohonan pengesahan, dan keluar keputusan Kemenkumham saat itu tertanggal 24 Juli 2002," kata Piping, saat ditemui, Sabtu (18/1/2020) sore.

Nama yang tercantum dalam keputusan Kemenkumham tersebut adalah "Cagar Budaya Kesultanan Selaco Selacau Tunggul Rahayu", dengan pimpinannya, Raden Rohidin alias Sultan Patrakusumah VIII.

Raden Rohidin Mengaku Kesultanan Selaco Diakui PBB, Setelan Jas Jadi Pakaian Resmi Kesultanan

Foto-foto keberadaan Kesultanan Selaco alias Selacau Tunggul Rahayu di Parung Ponten Kabupaten Tasikmalaya.
Foto-foto keberadaan Kesultanan Selaco alias Selacau Tunggul Rahayu di Parung Ponten Kabupaten Tasikmalaya. (KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHA)

Selain itu, Kesultanan Selaco juga memiliki "Perkumpulan Police Selaco Internarional Federation" (Polsif) yang juga berbadan hukum Kemenkumham tertanggal 12 November 2018.

Terkait dengan adanya dokumen pengesahan Kesultanan Selaco di UNESCO, lanjut Piping, pihaknya sejauh ini tidak melakukan penelusuran karena bukan wewenangnya.

"Kalau fotokopi dokumennya kami pegang karena diberi pihak kesultanan saat mengajukan izin perkumpulan. Tapi soal kebenaran dokumen itu tidak kami telusuri karena bukan kewenangan kami.

Termasuk soal benar tidaknya Sultan sebagai keturunan Maharaja Galuh Pakuan, bukan ranah kami," ujar Piping.

Kegiatan kesultanan yang terakhir dilakukan sekitar September 2019 dalam rangka ulang tahun ke-401 Kesultanan Selaco.

"Kegiatannya terdiri dari upacara adat sunda serta upacara dengan diisi pembacaan Pancasila dan Pembukaan UUD 45. Setelah itu tidak ada lagi kegiatan," kata Piping.

Raden Rohidin Sultan Kesultanan Selaco Minta Jangan Salah Paham: Kami Tetap Warga Indonesia

Penulis: Firman Suryaman
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved