Selamatkan Para Siswa, 2 Yayasan di Garut Sepakat Akhiri Konflik Soal SMK YBKP3

Menurut Asep, kedua yayasan yang sebelumnya mengelola SMK YBKP3 telah memutuskan untuk mengakhiri konflik.

Selamatkan Para Siswa, 2 Yayasan di Garut Sepakat Akhiri Konflik Soal SMK YBKP3
Tribun Jabar/Firman Wijaksana
Gedung SMK Farmasi YBKP3 di Jalan Terusan Pembangunan kosong dari aktivitas belajar mengajar, Kamis (16/1/2020). Semua penghuni sekolah dari siswa, guru, hingga staf mengundurkan diri sejak Desember 2019. 

"Siswa juga sudah aman. Sudah bekerja sama dengan para yayasan dan tidak ada masalah," ujarnya.

Saat ditanya mengenai keluhan orang tua siswa yang dipersulit mendapat surat pindah, Sugeng beralasan karena belum adanya izin operasional SMK Cipta Karsa. Pihaknya akan memberi surat pindah, setelah izin operasional sekolah keluar.

Gedung baru SMK Cipta Karsa di Jalan Guntur Melati, Kecamatan Tarogong Kidul jadi lokasi belajar siswa eks SMK Farmasi YBKP3, Kamis (16/1/2020). Sebanyak 381 siswa dan 53 guru serta staf memilih pindah ke SMK Cipta Karsa setelah terjadi konflik antar yayasan.
Gedung baru SMK Cipta Karsa di Jalan Guntur Melati, Kecamatan Tarogong Kidul jadi lokasi belajar siswa eks SMK Farmasi YBKP3, Kamis (16/1/2020). Sebanyak 381 siswa dan 53 guru serta staf memilih pindah ke SMK Cipta Karsa setelah terjadi konflik antar yayasan. (Tribun Jabar/Firman Wijaksana)

Banjir, Siswa SMK di Gresik Perbaiki Motor Warga yang Mogok Secara Gratis

VIDEO-RESMI, Kini SMK Pasundan 1 Pasundan Bandung Miliki Teaching Factory dan Business Incubator

"Untuk guru yang pindah masih kami diskusikan (terkait data pokok pendidikan). Terpenting siswa aman dulu," ucapnya.

Sugeng menambahkan, sebelum tahun ajaran baru, para siswa sudah bisa mengurus surat pindah. Namun untuk siswa kelas XII, datanya masih menginduk ke SMK YBKP3.

"Walau sekolahnya di Cipta Karsa, Dapodiknya masih di YBKP3 untuk kelas XII," ujarnya.

Nanang solihin, Ketua Yayasan BKIC, mengatakan, kedua yayasan berupaya menyelamatkan para siswa. Terutama bagi siswa kelas XII yang akan melaksanakan UN.

"Dengan legowo kami mengakhirnya. Agar siswa bisa menyelesaikan UN. Hak-hak siswa juga terpenuhi," katanya.

Sedangkan bagi siswa kelas X dan XI, akan diinformasikan selanjutnya. Nanang membantah jika pihaknya belum memiliki izin operasional. Sangkaan jika SMK Cipta Karsa tak memiliki izin tidak benar.

"Sudah ada izin operasional dengan menggunakan dari sekolah yang nonaktif atau akuisisi. Tidak seperti yg dipersangkakan. Sekarang penyelematan siswa kelas XII dulu lah," ujarnya. (firman wijaksana)

Penulis: Firman Wijaksana
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved