Awal Tahun 2020 Sudah 2 TKI Asal Indramayu Meninggal di Negara Penempatan

Pada awal tahun 2020 tercatat sudah ada 2 orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) atau Pekerja Migran Indonesia

Awal Tahun 2020 Sudah 2 TKI Asal Indramayu Meninggal di Negara Penempatan
tribunjabar/Handhika Rahman
Ely Rohmanu (39) salah seorang keluarga Eti (37), TKW asal Desa/Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu yang meninggal akibat kecelakaan kerja di Taiwan, Jumat (17/1/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Pada awal tahun 2020 tercatat sudah ada 2 orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) atau Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang meninggal dunia di negara penempatan.

Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Cabang Kabupaten Indramayu, Juwarih mengatakan, kedua pekerja asal Indramayu itu berdomisili di Kecamatan Losarang.

"Di kecamatan Losarang dalam dua minggu terakhir ini sudah ada dua warganya yang meninggal dunia," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Jumat (17/1/2020).

Kedua TKI itu yakni, Ayo Sunaryo (34) warga Desa Pegagan, Kecamatan Losarang Kabupaten Indramayu.

Ayo Sunaryo meninggal di Jepang akibat penyakit kanker otak pada Jumat (10/1/2020) sekitar pukul 09.00 waktu Jepang.

Mantan Pemain Asing Persib Bandung Hijrah ke Arema FC, Tak Lepas dari Peran Mario Gomez

Sedangkan satu TKI lainnya, yakni Eti (37) warga Desa/Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu.

Eti dikabarkan meninggal dunia saat bekerja sebagai pembantu rumah tangga di rumah majikannya yang merupakan panti jompo di negara Taiwan.

Ia meninggal akibat terjatuh di kamar mandi saat memandikan majikannya pada Kamis (9/1/2020) sekitar 10.20 waktu Taiwan.

"Tapi kemarin (Rabu, 15/1/2020) malam jenazah sudah dibawa ke rumah duka," ujar dia.

Dalam hal ini, SBMI Cabang Indramayu menekankan agar para setiap warga negara Indonesia yang hendak bekerja ke luar negeri sebaiknya berangkat melalui jalur resmi.

Spaso Ingin Dekat Keluarga Mendiang Istri, Bachdim Tak Diinginkan Bali United, Ditampung Persib?

Hal ini untuk meminimalisasi risiko kerja para TKI, seperti meninggal dunia atau kecelakaan kerja.

Jika pekerja mengalami hal yang tidak diinginkan, mereka bisa mengklaim bantuan dari pemerintah, seperti santunan program BPJS, jaminan sosial, dan lain sebagainya.

"Jika pekerja itu ilegal risikonya jika meninggal dunia atau kecelakaan kerja mereka saat berangkat tidak akan diikutsertakan pada program BPJS, jaminan sosial, dan lain-lain," ujarnya.

Penulis: Handhika Rahman
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved