Tunanetra Tidur di Trotoar Bandung

VIDEO Asrama Wyata Guna Jadi Balai, Puluhan Orang Berdemonstrasi dan Tetap Tinggal di Trotoar

Puluhan orang menggelar aksi demonstrasi dan memilih tinggal di trotoar dan halte depan Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensorik Netr

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ery Chandra

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Puluhan orang menggelar aksi demonstrasi dan memilih tinggal di trotoar dan halte depan Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensorik Netra (BRSPDSN) Wyata Guna Bandung.

Dari pantauan Tribun Jabar, beberapa tenda terpasang dan tiga unit ambulans berada di depan balai tersebut.

Spanduk berbagai ukuran berisi tuntutan dibentangkan. Aksi juga dikawal oleh sekelompok mahasiswa.

Perwakilan mantan penghuni asrama secara bergantian melakukan orasi menyoal mereka harus hengkang.

Orator pertama, Abim, menyampaikan beberapa hal soal tujuan mereka menggelar tenda di depan balai
sejak Selasa malam, 14 Januari 2020.

Jerit Pilu Para Penyandang Disabilitas Wyata Guna, Kamar Kami Dibongkar, Barang Dikeluarkan

Pasalnya, hak-hak mereka terabaikan sehingga terusir.

"Kami menuntut pencabutan Permensos nomor 18 tahun 2018. Karena itu mencederai hak kami secara sepihak. Tak diberikan solusi dan nasib kami selama melanjutkan pendidikan," ujar Abim, saat berorasi di depan balai, Kota Bandung, Kamis (16/1/2020).

Orator kedua, Elda Fahmi, mengatakan bahwa terusirnya dari balai mengakibatkan gangguan terhadap proses pendidikan, pembinaan, dan bimbingan kepada penghuni asrama.

"Kami sesalkan tindakan dan sikap Kemensos diwakili balai, mereka melakukan pengusiran tanpa melakukan sosialisasi. Masa depan kami terancam menjadi lebih buruk," katanya.

Orator ketiga, Ian, menuturkan bahwa mereka diperlakukan secara tak manusiawi. Terbukti, barang-barang mereka dikeluarkan dari balai.

"Diskusi kemarin malam itu tak menghasilkan komitmen dan solusi. Kami di sini mungkin sampai hari Jumat atau menunggu hingga jelas," ujar Ian.

Perwakilan orasi terakhir, Haris, mengatakan bahwa mereka merupakan korban dari lepasnya tanggung jawab negara.

Dalam hal ini, pemerintah pusat hingga Wyata Guna patut dipertanyakan komitmennya.

"Ini bukan hanya untuk 32 orang terusir dari rumah mereka sendiri. Tapi keberlangsungan pendidikan tinggi tuna netra sebagai satu-satunya di Indonesia. Seharusnya bukan kami yang terusir, tapi mereka," katanya.

Tetap Unjuk Rasa di Balai Wyata Guna, Mahasiswa Penyandang Tunanetra Minta Permensos 18/2018 Dicabut

Ridwan Kamil Pastikan Pemprov Jabar Sudah Siapkan Tempat untuk Alumni Wyata Guna

Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Asrama Wyata Guna Jadi Balai, Puluhan Orang Berdemonstrasi dan Tetap Tinggal di Trotoar, https://jabar.tribunnews.com/2020/01/16/asrama-wyata-guna-jadi-balai-puluhan-orang-berdemonstrasi-dan-tetap-tinggal-di-trotoar.
Penulis: Ery Chandra
Editor: Theofilus Richard
Video Production: Wahyudi Utomo

Penulis: Ery Chandra
Editor: yudix
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved