Stok Cabai di Pasar Induk Cikopo Purwakarta Disebut Langka, Ternyata Ini Faktanya

Harga komoditas cabai di Purwakarta sempat melambung tinggi beberapa hari ini, seperti di Pasar Leuwipanjang, dengan harga per kilogramnya Rp 80 ribu

Tribun Jabar/Muhamad Nandri Prilatama
Kondisi cabai yang dijajakan di Pasar Induk Cikopo, Kamis (16/1/2020). 

Inas (38) salah seorang pedagang di Pasar Leuwipanjang Purwakarta, mengatakan harga cabai berbagai jenis melonjak naik, seperti rawit merah Rp 70-80 ribu yang awalnya Rp 40 ribu.

"Kenaikannya sih bertahap setelah tahun baru kemarin. Sekarang sudah tiga hari naik, ya karena kosong barangnya dari Cikopo (pasar induk)," katanya, Selasa (14/1/2020) seraya menyebut para pembeli menjadi berkurang.

Pedagang lainnya, Lia (40) mengaku harga bawang pun melonjak naik yang harganya dari Rp 24 ribu naik menjadi Rp 32 ribu per kilogram untuk bawang putih, dan bawang merah Rp 24 ribu menjadi Rp 32 ribu per kilogram.

"Setelah tahun baru sempat turun sebentar. Dan tiga hari ini sudah naik lagi. Barangnya gak ada di Cikopo. Konsumen pun banyak yang mengeluh mahal," katanya.

Pedagang cabai menunggu pembeli di kiosnya di Pasar Pagi, Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Kamis (16/1/2020).
Pedagang cabai menunggu pembeli di kiosnya di Pasar Pagi, Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Kamis (16/1/2020). (Tribun Jabar/Ahmad Imam Baehaqi)

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Purwakarta, Wita Gusrianita menjelaskan kenaikan harga komoditas cabai masih wajar. Sebab, kenaikan tersebut memang sering terjadi setiap tahunnya.

"Setiap tahun seperti itu apalagi masuk musim hujan. Jadi, dari faktor produksi komoditasnya sedikit. Nanti akan stabil lagi harga cabai ketika lewati musim hujan ke kisaran harga Rp 30-40 ribu," ujar Wita di kantornya.

Faktor kenaikan harga, Wita menyebut disebabkan dua faktor, yakni produksi dan distribusi. Sehingga, kenaikan harga cabai saat ini dirasakan Wita masih sangat wajar karena faktor alam.

"Masih wajar sih. Kami indikatornya itu ketika melihat ke pasar naik dan mengecek ke induk ada perbedaan harga yang tak terlalu tinggi maka faktor produksi, tapi ini produksi aman lancar," katanya. (*)

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved