Ayi Laporkan Rekan Bisnisnya ke Polda Jabar, Tertipu Investasi Bisnis Travel Umrah dan Cek Bodong

Pengusaha asal Bandung Ayi Koswara melaporkan rekanan kerjanya asal Kabupaten Garut ke Polda Jabar. Ayi

Ayi Laporkan Rekan Bisnisnya ke Polda Jabar, Tertipu Investasi Bisnis Travel Umrah dan Cek Bodong
Tribunjabar/Mega Nugraha
Ayi Laporkan Rekan Bisnisnya ke Polda Jabar 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pengusaha asal Bandung Ayi Koswara melaporkan rekanan kerjanya asal Kabupaten Garut ke Polda Jabar. Ayi merasa ditipu investasi bisnis travel umrah dan cek bodong.

"Saya terpaksa melaporkan rekanan saya, Yal ke Polda Jabar karena saya merasa tertipu, saya diberi cek bodong berkaitan dengan investasi travel umrah. Tapi setelah akan saya cairkan, cek itu ternyata sudah ditutup," ujar Ayi di kantor Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta Bandung, Kamis (16/1/2020).

Ia menerangkan, awalnya diajak investasi untuk menjalankan bisnis Travel Umroh Al Bayyinah di Kabupaten Garut. Keduanya kemudian membuat surat perjanjian pada Februari 2017.

"Janjinya memberikan Rp 28 juta per bulan. Namun hanya dua kali saja menyerahkan profit selebihnya tidak ada, bahkan pengembalian dana pokok juga tidak ada," katanya.

Revitalisasi Alun-alun Majalengka Bakal Rampung Akhir 2020

Menurutnya, total dana pokok dan profit sharing yang belum dikembalikan pada Ayi mencapai Rp 1,57 miliar.

"Berkali-kali terlapor berjanji untuk mengembalikan, namun selalu ingkar. Dalam perjalanannya, terlapor ini memberi cek ke saya untuk pencairan, ternyata cek di rekening tertulis sudah ditutup oleh bank," kata dia.

Kuasa hukum Ayi, Hasan Naim Haikal mengatakan, belakangan diketahui, travel umrah yang dibiayai Ayi ternyata tidak berdiri sendiri melainkan mendompleng perusahaan travel lain di Jakarta Timur.

‎"Setelah diselidiki, uang klien kami malah diinvestasikan kembali oleh ke proyek pengadaan barang dan jasa di pemerintahan di Garut tanpa sepengetahuan dan seizin klien kami," ucap Hasan pada kesempatan sama.

Belanja Barang dan Jasa di Pemprov Jabar Kini Bisa Secara Online

‎Upaya pelaporan terhadap Yal, merupakan upaya terakhir dari kliennya sebagai bentuk pertanggung jawaban. Apalagi, upaya kekeluargaan sudah dilakukan namun tak kunjung direspon.

"Upaya mediasi secara kekeluargaan telah dilakukan, namun tidak juga membuahkan hasil. Gugatan perdata juga sudah kami layangkan ke Pengadilan Negeri Garut dengan nomor perkara , 11/Pdt.G/2019/PN.Grt. Sudah vonis, amar putusannya menghukum tergugat untuk membayar kewajiban pokok dan profit sharingnya kurang lebih sebesar Rp. 1,578 M," kata Hasan.

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved