Tunanetra Tidur di Trotoar Bandung

'Terusir' dari Wyata Guna, Puluhan Mahasiswa Tunanetra Tidur di Atas Trotoar Jalan Pajajaran Bandung

Puluhan tunanetra tinggal di trotoar: "Kamar kami dibongkar, barang dikeluarkan. Kamar juga ada yang disegel," ujar Rianto.

'Terusir' dari Wyata Guna, Puluhan Mahasiswa Tunanetra Tidur di Atas Trotoar Jalan Pajajaran Bandung
Tribunjabar.id/Nazmi Abdurrahman
Puluhan penyandang disabilitas tuna netra, nekat bertahan menggunakan tenda darurat di depan Balai Wyata Guna, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Rabu (15/1/2020). 

"Nggak ada kejelasan dari pemerintah atau dari Wyata Guna kami harus bagaimana atau apa yang bisa kami lakukan nantinya," katanya.

Ditemui di tempat yang sama, Humas Forum Akademisi Luar Biasa, Elda Fahmi menambahkan aksi tidur di atas trotoar itu dilakukan sejak kemarin malam pukul 19.30 WIB.

Menurutnya rata-rata peserta berasal dari mahasiswa tuna netra berjumlah 32 orang.

Pengakuan Teddy Suami Lina Soal Gunakan Ilmu Hitam hingga Pakai Peci Magic, Akhirnya Sebut Hal Ini

"Yang menjadi korban sebanyak 32 orang, delapan putri dan sisanya putra dari teman-teman alumni serta intelek senior kami," ujar Elda.

Pengubahan fungsi dari panti menjadi balai, ujar Elda, sangat merugikan.

Menurutnya, saat masih menjadi panti, para penyandang disabilitas akan mendapat pelayanan, pembinaan dan pendidikan dasar seperti pendidikan formal maupun vokasi mulai dari Sekolah Dasar (SD) hingga kuliah di perguruan tinggi.

"Karena ada perubahan nomenklatur panti menjadi balai hanya enam bulan di sini, dimulai balai pada dasarnya tidak memberikan pendidikan dasar, hanya pelayanan pelatihan lanjutan yang dimana mereka tidak memberikan layanan pendidikan. Teman - teman yang mengambil pendidikan formal harus keluar balai untuk vokasional lanjutan. Logika dasarnya gini, balai menerima lanjutan dari panti sekarang panti sosial tunanetra di Indonesia sudah nggak ada, karena diubah menjadi balai oleh Kemensos," kata Elda.

Elda mengatakan, dia dan rekan-rekannya akan terus bertahan di lokasi tenda darurat ini sampai ada solusi dan kejelasan nasib mereka.

"Sampai ada solusi cepat, tepat dan pas terhadap nasib teman-teman kami," ucapnya.

Sebelumnya, Kemensos mengeluarkan Permensos Nomor 18 tahun 2018 tentang organisasi dan tata kerja unit pelaksana teknis rehabilitasi sosial penyandang disabilitas di lingkungan Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial.

Halaman
123
Penulis: Nazmi Abdurrahman
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved