Cerita Sopir Taksi Online Dapat Orderan Dinihari, Pemesan Tak Mencurigakan tapi Akhirnya Main Bacok

Didi Supriadi (48) sopir taksi online yang menjadi korban pembegalan di Majalaya pada 26 Desember 2019,

Cerita Sopir Taksi Online Dapat Orderan Dinihari, Pemesan Tak Mencurigakan tapi Akhirnya Main Bacok
tribunjabar/lutfi ahmad mauludin
Korban pembegalan di Majalaya pada 26 Desember 2019 yang merupakan sopir taksi online, Didi Supriadi (48), di samping mobilnya yang dijarah pelaku, saat di Mapolsek Majalaya, Kabupaten Bandung, Rabu (15/1/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Didi Supriadi (48) sopir taksi online yang menjadi korban pembegalan di Majalaya pada 26 Desember 2019, mengaku sempat melawan namun mendapatkan tujuh kali bacokan di tubuhnya dan ia selamat karena berhasil melarikan diri.

Didi mengaku, kejadian tersebut berawal mendapatkan orderan di Pasar Caringin ke Majalaya, sekitar pukul 03.30 dari pelaku Asep Ramdani alias Apep, melalui aplikasi.

"Memang awalnya sedikit merasa takut akan di-cancel, tapi pelaku itu membawa banyak sayuran jadi saya percaya," ujar Didi, di Mapolsek Majalaya, Kabupaten Bandung, Rabu (15/1/2020).

Didi mengaku, biasanya juga beroperasi hanya sampai pukul 22.00 WIB, namun saat itu ia baru pulang dari Ciamis dan beristirahat di Pom Bensin yang berada di dekat Pasar Caringin, lalu mendapatkan orderan. 

Keraton Agung Sejagat Punya Duit di Swiss, Ketum FSKN: Harta Keraton Habis untuk Kemerdekaan RI

"Yang membuat lebih percaya, pelaku juga ngobrol dan bercerita seperti penumpang biasa, katanya ia memiliki tiga istri dan lainnya," kata Didi.

Didi mengatakan pelaku naiknya di Pasar Caringin, pas di lokasi dia minta berhenti untuk membuang air kecil.

"Dia langsung membacok dari belakang, kalau gak salah 3 kali kena kepala, saya berhasil pegang pisau itu, berusaha keluar dari mobil dia pukul saya dia mau nusuk saya tangkis dua kali kena sedikit di perut dan tangan," kata dia.

Didi mengaku, pada saat kejadian tidak ada yang bantu.

"Saya kabur menyelamatkan diri lari ke perumahan. Kalau luka bacok di kepala 3 luka, tangan 2, perut satu, dan di sini satu," ujar Didi sambil menujukan lukanya di dekat ketiak.

Live Streaming TV Bersama Malam Ini, Manchester United vs Wolves di RCTI, AC Milan vs SPAL di TVRI

Didi merasa bersukur dan terimakasih kepada pihak kepolisian, karena belum satu hari polisi telah bisa menemukan mobilnya dan kini pelaku sudah tertangkap.

"Saya harap pelaku bisa dihukum dengan setimpal dengan apa yang dilakukannya," ujarnya.

Didi mengaku, merasa trauma atas kejadian yang menimpanya tersebut, namun tetap ia akan bekerja sebagai sopir taksi online.

"Memang trauma tapi saya masih akan jadi sopir ini," ucapnya.

Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin
Editor: Ichsan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved