Ahli Sejarah Ini Bongkar Kebohongan Klaim Keraton Agung Sejagat Totok Santosa, Sebut Bisa Dipidana

Ahli sejarah dan budayawan Betawi Ridwan Saidi turut mengomentari munculnya Keraton Agung Sejagat yang didirikan oleh Totok Santosa Hadiningrat.

IST/Twitter via ReqNews
Totok Santoso Hadiningrat alias Sinuhun sebagai Raja Keraton Agung Sejagat, dan Dyah Gitarja sebagai Kanjeng Ratu. 

Lebih lanjut, ia pun menyarankan agar pemeriksaan didampingi ahli psikologi.

Tak hanya itu, Ridwan juga menyebut, Totok Santosa Hadiningrat bisa dipidana.

"Karena dia dalam pidatonya bahwa dia mau membereskan dunia, karena pemerintah-pemerintha dunia tidak beres, berarti dia sudah masuk ke dalam power system bicaranya," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, sosok Totok Santoso Hadiningrat sedang menjadi buah bibir.

Dia viral lantaran mendirikan Keraton Agung Sejagat di Desa Pogung Jurutengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo.

Adapun Keraton Agung Sejagat itu menjadi heboh lantaran klaimnya yang fantastis.

Resi Joyodiningrat yang mengaku sebagai penasihat Keraton Agung Sejagat mengklaim, kerajaannya adalah penerus Medang Majapahit yang merupakan Dinasti Sanjaya dan Syailendra.

Postingan akun Totok Santoso
Postingan akun Totok Santoso (Istimewa)

Jadi, Keraton Agung Sejagat disebut harus menerima kekuasaan tertinggi sebagai pemiliknya yang sah.

Adapun menurut klaim Joyodiningrat, Keraton Agung Sejagat muncul karena berakhirnya perjanjian 500 tahun lalu, terhitung sejak hilangnya Kemaharajaan Nusantara, yaitu imperium Majapahit pada 1518 sampai dengan 2018.

Halaman
123
Penulis: Yongky Yulius
Editor: Hilda Rubiah
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved