Takut Dijadikan Tumbal, Pembantu Rumah Tangga Nekat Bobol Lemari Majikan

MS, seorang pembantu rumah tangga, di Jalan Setramurni Tengah, Kecamatan Sukasari, Kota Bandung, nekat membobol lemari majikannya sendiri.

Takut Dijadikan Tumbal, Pembantu Rumah Tangga Nekat Bobol Lemari Majikan
Tribun Jabar/Nazmi Abdurrahman
Kapolsek Sukasari Kota Bandung, Kompol Yuni Purwanti saat gelar perkara di Polsek Sukasari, Selasa (14/1/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman.

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - MS, seorang pembantu rumah tangga, di Jalan Setramurni Tengah, Kecamatan Sukasari, Kota Bandung, nekat membobol lemari majikannya sendiri.

MS yang sudah bekerja selama dua tahun di rumah majikannya itu, nekat mencuri karena takut dijadikan tumbal yang mengancam keselamatan keluarganya.

Kapolsek Sukasari Kota Bandung, Kompol Yuni Purwanti mengatakan, MS kedapatan mencuri emas batangan seberat total 20gram serta uang tunai sebesar Rp 50 juta, dengan cara membongkar tralis jendela kamar majikannya menggunakan bor dan obeng.

"MS itu asisten rumah tangga, dia bekerja sama dengan dua orang yang sekarang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) yaitu T dan D, tapi kami sudah mengetahui keberadaanya dimana, sedang kami lakukan pengejaran saat ini juga," ujar Yuni, saat gelar perkara, di Polsek Sukasari, Kota Bandung, Selasa (14/1/2020).

BREAKING NEWS - TKW Purwakarta Dua Tahun Disiksa Majikannya di Arab Saudi, Minta Bantuan Dipulangkan

Gasak Ratusan Ponsel di Toko di Kota Bandung, 7 Maling Diciduk Polisi

Dikatakan Yuni, MS ditangkap anggota Polsek Sukasari pada 7 Desember 2019, tak lama setelah melakukan aksinya.

"Mulanya kami mendapatkan laporan, kemudian kami kejar dan yang bersangkutan membawa tas kresek warna hitam, (barang bukti) sudah berpindah tangan terhadap kedua daftar pencarian orang (T dan D)," katanya.

Menurut Yuni, awalnya MS didatangi T dan D yang berpura-pura sedang mencari orang ke rumah majikannya.

Setelah ngobrol beberapa saat, MS diminta T dan D untuk membobol lemari majikannya.

"Mereka ini awalnya tidak kenal, kemudian bertemu dengan alasan mencari orang dan rumah kemudian dijanjikan sesuatu, dan akhirnya MS mau melakukan kegiatan pembobolan tersebut," ucapnya.

"MS belum dapat apa-apa, karena keburu kami tangkap. MS hanya dijanjikan sebatas tidak akan ditumbalkan, jadi bahasa perdukunan untuk pressure kepada MS ini," tambahnya.

Sebelumnya, ujar Yuni, MS memang sudah sering kedapatan mencuri barang-barang milik majikannya.

Namun, sang majikan tidak mempermasalahkan perilaku MS karena sudah menjadi orang kepercayaan majikannya.

"Hampir dua tahun lebih (bekerja sebagai ART) dan itu orang kepercayaan, dan memang sering ada yang hilang-hilang, tapi tidak digubris, dan sekarang hilangnya luar biasa. Baru (ketahuan) setelah dilihat di CCTV, pelakunya adalah yang bersangkutan," ucapnya.

Akibat perbuatannya, kini MS dijerat pasal 363 KUH-Pidana, tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun.

Penulis: Nazmi Abdurrahman
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved