Breaking News:

Sosok Jusuf Kalla Berorasi saat jadi Aktivis Kampus Fotonya Ditampilkan di ITB, Begini Ceritanya

Sebuah kejutan, foto Jusuf Kalla sedang berorasi saat jadi aktivis di masa mudanya ditampilkan di ITB, begini ceritanya

Editor: Hilda Rubiah
Kolase Tribunnews.com/TribunJabar/Gani Kurniawan/Facebook Husain Abdullah
Kolase Jusuf Kalla terima Doktor Honoris Causa dan sewaktu mahasiswa 

Dalam kesempatan itu, Husain juga menyoroti pidato JK dalam penganugerahan gelar Doktor HonorisCausa di ITB.

Ini isi tulisan Husain menanggapi pidato JK:

"Konversi minyak tanah ke gas yang digagas Pak JK berhasil mengantarkan bangsa Indonesia mengatasi krisis energi dan menggunakan gas yang lebih murah dan ramah lingkungan, negara menghemat puluhan triliun rupiah setiap tahunnya dari beban subsidi yang tadinya harus ditanggung negara atas penggunaan bahan bakar minyak tanah.

Ketika pejabat lain tidak jarang terjebak dalam praktek praktek merugikan negara, maka sebaliknya dengan salah satu best practise Pak JK mengkonversi minyak tanah ke gas telah memberi keuntungan besar kepada negara dan manfaat untuk rakyat banyak.

Dana subsidinya pun dapat dialihkan ke bidang bidang yang lebih tepat guna serta membawa manfaat besar seperti pembangunan jalan dan jembatan atau infrastruktur pertanian.

Menurut saya, inilah pidato pengukuhan DHCnya yang paling enteng tapi paling terbukti manfaatnya diantara sederet karya JK terutama mediasi mediasi perdamaian yang sudah melekat dalam dirinya.

Karena apa yang menjadi fokus ITB, berdasarkan pengalaman JK dan sukses membawa manfaat bagi orang banyak.

Bukan sebuah pidato ilmiah yg mendayu dayu dan sarat teori.

Tingkat kesulitannya justeru di tangan promotor yang dipimpin Peofessor Hakim Halim, sebab dituntut merumuskan narasi ilmiah untuk meyakinkan publik bahwa secara akademik M.Jusuf Kalla layak mendapatkan gelar Doctor Honoris Causa atas karya karya yang ia baktikan selama lebih 20 tahun mengabdi dalam pemerintahan.

Harga Cabai Makin Pedas di Pasar Leuwipanjang Purwakarta, Sudah 3 Hari Rp 80.000/Kg

Dari sederet karya itu, ditambah filosofi yang selama ini dibangun Jusuf Kalla, lebih cepat lebih baik dan lalu berkembang lagi menjadi lebih murah.

Mengantarkan HakimHalim dkk, mampu meyakinkan insan akademik ITB untuk memberi pengakuan, bahwa Jusuf Kalla layak menyandang gelar doctor honoris causa dari ITB Bandung.

Menarik justru ITB memberikan gelar itu ketika JK tidak lagi jadi pemangku kepentingan di negeri ini.

Ketika JK seorang rakyat biasa, yang karyanya layak dikenang dan diapresiasi.

Seorang doctor honoris causa, Ia harus mengabdi dan bekerja terlebih dahulu sebelum diuji. Sedangkan seorang doctor akademik, Ia harus belajar sebelum diuji. Selamat Pak JK atas gelar DCH yang ke 14." tulis Husain Abduullah.

Jusuf Kalla layak

Dikutip dari Tribun Jabar, M Jusuf Kalla mendapat penganugerahan gelar kehormatan Doktor Honoris Causa (DR HC) dari Institut Teknologi Bandung (ITB), dalam acara Sidang Terbuka Senat di Aula Barat ITB, Senin (13/1/2020).

Penganugerahan gelar Doktor Honoris Causa yang diberikan ITB, menjadi yang ke-13 yang diterima pria yang akrab disapa JK tersebut, terakhir, Ia menerima penghargaan yang sama dari Universitas Negeri Padang (UMP) di penghujung tahun 2019 lalu.

Ketua Tim Promotor Prof Dr Ir Abdul Hakim Halim MSc mengatakan, penganugerahaan gelar Doktor Kehormatan ini diberikan kepada seseorang yang memiliki karya nyata yang mengandung nilai inovatif, atau pemikiran dan gagasan atau penelitian dan pengembangan konsep-konsep yang orisinal dan mendasar.

Karya tokoh tersebut juga terbukti bermakna dan bermanfaat bagi masyarakat, melalui perkembangan kebudayaan bangsa dan kemanusiaan, perkembangan ilmu pengetahuan dan atau seni, dengan tujuan mendorong masyarakat dan bangsa Indonesia untuk berprestasi dalam, dan memberikan sumbangan untuk pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.

Daftar Harga Hape Baru iPhone Januari 2020, Apple iPhone 8 Plus Masih Rp 10an Juta

"Berdasarkan karya-karya inovatif, rekam jejak, dan kearifan serta ketentuan penerima gelar Doktor Kehormatan yang tercantum dalam SK Senat Akademik ITB nomor 43/ SK/K01-SA / 2003, Tim Promotor berkesimpulan, dengan penuh keyakinan, bahwa M. Jusuf Kalla sangat layak untuk mendapat gelar Doktor Kehormatan dari ITB dalam bidang peningkatan sistem produktivitas," ujarnya dalam pidato laporan pertanggungjawaban akademik tim promotor ITB di Aula Barat, Jalan Ganesa, Kota Bandung. Senin (13/1/2020).

Menurutnya, terdapat empat contoh konkrit yang dilakukan oleh M. Jusuf Kalla dalam berinovasi untuk melakukan peningkatan produktivitas sebuah sistem, baik sistem berupa perusahaan, maupun institusi sektor publik dan pemerintahan diantaranya, perbaikan produktivitas di PT. Bukaka Teknik Utama Tbk, Konversi minyak tanah ke LPG, Bantuan Langsung Tunai (BLT), Panser Anoa Pindad, dan Pembangunan Bandara Internasional Sultan Hasanudin, Makassar.

"Tentunya masih banyak pemikiran dan karya-karya yang telah dihasilkan oleh M. Jusuf Kalla yang tidak dapat disebutkan satu per satu di kesempatan yang terbatas ini, namun memiliki kontribusi besar dan nyata bagi peningkatan produktivitas bagi negara dan bangsa ini," ujarnya.

Prof Abdul menuturkan, pemberian gelar Doktor Kehormatan kepada M. Jusuf Kalla merupakan yang ke-14 kalinya yang diberikan oleh ITB.

Pada kesempatan tersebut, M. Jusuf Kalla juga menyampaikan orasi ilmiah terkait "Mendorong Produktivitas, Meningkatkan Kesejahteraan Bangsa."

"Pada kesempatan ini saya ingin berpesan kepada sivitas akademika ITB agar jangan pernah berhenti melakukan dan menebar inovasi. Anda semua adalah generasi terbaik bangsa.

Anda adalah lokomotif kemajuan dimana bangsa ini berharap peran besar ITB sebagai inisiator dan motor peningkatan produktivitas," ujar Jusuf Kalla dalam pidato sambutannya.

Sementara itu, Rektor ITB Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi, DEA., mengatakan, bagi ITB penganugerahan Doktor Kehormatan ini memiliki arti tersendiri yang sangat besar, terutama karena berkesempatan memberikannya kepada putera terbaik bangsa yang telah mendedikasikan kehidupannya bagi kemajuan dan kesejahteran bangsa Indonesia.

"Saya berharap agar penganugerahan gelar Doktor Kehormatan kepada Dr. (HC) M. Jusuf Kalla ini menjadi awal dari gerakan nasional produktivitas dalam rang- ka menyongsong bonus demografi," katanya.

Adapun, Tim promotor pada pemberian Gelar Kehormatan kepada M. Jusuf Kalla adalah sebagai berikut: Prof. Dr. Ir. Abdul Hakim Halim, M.Sc (FTI- ITB); Prof. Dr. Ir. Dradjad Irianto, M.Eng (FTI- ITB); Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi, DEA (FTI-ITB); Prof. Ir. Bermawi P. Iskandar, M.Sc, Ph.D (FTI-ITB); Prof, Ir. Hermawan Kresno Dipojono, MSEE, Ph D. (FTI- ITB); dan Prof. Dr. Mohamad Ikhsan, SE, MA (FEB- Universitas Indonesia).

(Tribunnews.com/Chrysnha/TribunJabar)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved