Pria Singapura Ini Didakwa Danai ISIS, Sebut Hanya Mengakui Hukum Syariah

Seorang pria di Singapura, Imran Kassim (36), didakwa mendanai kelompok Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS.

Pria Singapura Ini Didakwa Danai ISIS, Sebut Hanya Mengakui Hukum Syariah
Facebook Imran Kassim
Imran Kassim 

TRIBUNJABAR.ID, SINGAPURA – Seorang pria di Singapura, Imran Kassim (36), didakwa mendanai kelompok Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS.

Diberitakan The Straits Times Selasa (14/1/2020), ia terbukti mengirim uang 450 dollar Singapura, sekitar Rp 4,5 juta, ke rekening atas nama Mohamad Alsaied Alhmidan yang berlokasi di Turki pada 31 Oktober 2014.

Imran Kassim juga menyebut bahwa dirinya hanya mengakui hukum syariah.

Oleh Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Alhmidan ditetapkan sebagai individu yang berafiliasi dengan ISIS.

Ini Persembunyian Pasukan AS Setelah Diserang Rudal Iran

Diketahui, uang yang dikirimkan oleh Imran Kassim kepada Alhmidan hendak dipakai untuk membiayai publikasi propaganda dari media kelompok ekstremis tersebut.

Dalam persidangan, pria yang merupakan pengusaha bidang logistik itu tak membantah perbuatannya.

“Benar, saya mengakui mengirimkan dana itu untuk kejayaan ISIS,” katanya di pengadilan.

Imran sama sekali tidak menunjukkan penyesalan atas perbuatannya. Bahkan, dia mengklaim tidak melanggar hukum mana pun.

Pria itu mengatakan, dia tidak mengakui hukum yang diterapkan di Singapura, dan hanya bersedia tunduk kepada hukum syariah.

Akademisi Muslim menjelaskan, pemeluk agama Islam wajib tunduk kepada hukum negara di mana mereka tinggal, dan ISIS jelas adalah penyimpangan dari kepercayaan Islam.

Halaman
12
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved