Presiden AS Izinkan Pembunuhan Jenderal Iran Sejak 7 Bulan Lalu, Donald Trump Sempat Tak Setuju

Serangan yang dilakukan pasukan Amerika Serikat beberapa waktu lalu menyebabkan Jenderal Iran, Qasem Soleimani, tewas.

AFP via BBC
Mayor Jenderal Qasem Soleimani, komandan Pasukan Quds yang merupakan cabang dari Garda Revolusi Iran. Soleimani disebut tewas dalam serangan yang terjadi di Bandara Internasional Baghdad, Irak, Jumat (3/1/2020). AS mengumumkan mereka yang melakukan serangan atas arahan presiden. 

Sejak Oktober 2019, Iran sudah meluncurkan puluhan roket ke aset militer Negeri "Uncle Sam" yang berlokasi di Irak.

Pentagon menyalahkan Khataib Hezbollah, bagian dari milisi Pasukan Mobilisasi Populer (PMF), yang disokong Teheran.

Serangan terhadap pangkalan AS semakin menjadi dengan puncaknya pada 27 Desember, kontraktor sipil tewas dan empat tentara terluka.

Pentagon merespons dengan menggelar serangan udara terhadap lima lokasi Khataib Hezbollah di Irak dan Suriah, menewaskan 25 kombatannya.

Serangan itu dibalas dengan aksi demonstrasi yang dilakukan pendukung Khataib, bahkan hingga di depan Kedutaan AS di Baghdad.

Setelah Soleimani tewas diserang AS, Teheran membalas dengan membombardir Pangkalan Ain al-Assad dan Irbil dengan rudal. (Kompas.com/Ardi Priyatno Utomo)

80 Orang Amerika Tewas Pasca- Penembakan 22 Rudal ke 2 Markas Pasukan AS di Irak, Itu Klaim Iran

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Trump Izinkan AS Bunuh Jenderal Iran sejak 7 Bulan Lalu", https://internasional.kompas.com/read/2020/01/14/11320661/trump-izinkan-as-bunuh-jenderal-iran-sejak-7-bulan-lalu?page=3.

Editor: Theofilus Richard
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved