Presiden AS Izinkan Pembunuhan Jenderal Iran Sejak 7 Bulan Lalu, Donald Trump Sempat Tak Setuju

Serangan yang dilakukan pasukan Amerika Serikat beberapa waktu lalu menyebabkan Jenderal Iran, Qasem Soleimani, tewas.

Presiden AS Izinkan Pembunuhan Jenderal Iran Sejak 7 Bulan Lalu, Donald Trump Sempat Tak Setuju
AFP via BBC
Mayor Jenderal Qasem Soleimani, komandan Pasukan Quds yang merupakan cabang dari Garda Revolusi Iran. Soleimani disebut tewas dalam serangan yang terjadi di Bandara Internasional Baghdad, Irak, Jumat (3/1/2020). AS mengumumkan mereka yang melakukan serangan atas arahan presiden. 

TRIBUNJABAR.ID, WASHINGTON DC - Serangan yang dilakukan pasukan Amerika Serikat beberapa waktu lalu menyebabkan Jenderal Iran, Qasem Soleimani, tewas.

Ternyata, Presiden AS Donald Trump sudah mengizinkan pasukan AS melakukan serangan itu sejak tujuh bulan lalu.

Pernyataan itu disampaikan oleh lima orang sumber pemerintah, baik yang aktif maupun sudah mantan, dilaporkan Sky News Senin (13/1/2020).

Dalam pernyataan sumber, izin itu muncul sejak tujuh bulan, tepatnya Juni 2019, dengan Trump yang akan memberikan keputusan akhir.

Jenderal Iran Qasem Soleimani Tewas, Donald Trump: Membawa Keadilan Amerika

Karena itu, AS langsung bergerak ketika milisi pro-Iran menembakkan fasilitas di Irak, dan menewaskan seorang kontraktor sipil.

Drone pun dikirimkan, dengan jenderal Iran Qasem Soleimani tewas setelah konvoi mobil yang ditumpanginya dihantam rudal.

Dia tewas bersama dengan wakil pemimpin milisi Hashed al-Shaabi, Abu Mahdi al-Muhandis, di Bandara Internasional Baghdad pada 3 Januari 2020.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump hadir dalam kampanye Keep America Great di Huntington Center di Toledo, Ohio, pada 9 Januari 2020.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump hadir dalam kampanye Keep America Great di Huntington Center di Toledo, Ohio, pada 9 Januari 2020. (AFP /Saul Loeb via Kompas.com)

Sumber itu menerangkan, Soleimani yang adalah komandan Pasukan Quds merencanakan serangan terhadap warga AS dan harus dihentikan.

"Selama tujuh bulan itu, terdapat sejumlah opsi yang disodorkan kepada presiden," ujar pejabat anonim tersebut.

Baru "beberapa waktu lalu", kata si sumber, bahwa Trump mendapat pilihan untuk membunuh jenderal berusia 62 tahun itu.

Halaman
123
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved