Curah Hujan Tinggi Berpotensi Banjir di Bandung, Kondisi Sungai Citepus Paling Parah Karena Ini

Curah hujan hingga 50 milimeter per jam di Bandung Raya diprediksi BMKG akan terjadi usai berakhirnya Badai Tropis Claudia di Australia.

Curah Hujan Tinggi Berpotensi Banjir di Bandung, Kondisi Sungai Citepus Paling Parah Karena Ini
Tribun Jabar/Mega Nugraha
Mochammad Dian Kabid Operasi dan Pengendalian Balai Besar Wilayah Sungai Citarum di Mapolrestabes Bandung, Selasa (14/1/2020) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Curah hujan hingga 50 milimeter per jam di Bandung Raya diprediksi BMKG akan terjadi usai berakhirnya Badai Tropis Claudia di Australia.

Cuaca cerah di Bandung Raya beberapa hari terakhir dipengaruhi badai tersebut.

Kepala BMKG Bandung, Tony Agus Wijaya, menyebut bahwa kondisi curah hujan di atas 50 milimeter per jam di Bandung termasuk hujan lebat dan berpotensi banjir‎.

Di sisi lain, ‎Kepala Operasi dan Pengendalian Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWS), M Dian, menyebut bahwa banjir di Kota Bandung tidak lepas dari kondisi sub daerah aliran sungai yang ada.

BBWSC Sebut Kondisi Aliran Sungai Citepus Terparah Ada di Kota Bandung

Pertama, Sungai Citepus yang berada di barat Kota Bandung, memanjang dari Gegerkalong, Sukajadi, Pasteur, Pagarsih hingga bermuara di Sungai Citarum.

Lalu Sungai Cikapundung yang berada di tengah Kota Bandung, memanjang dari utara, yakni dari Dago, Tamansari, kawasan Alun-alun Bandung dan bermuara di Sungai Citarum di selatan Kota Bandung.

Lalu Sungai Cipamokolan di timur Kota Bandung yang memanjang dari pegunungan di Cimenyan, Cicaheum, Antapani, Gedebage, dan bemruara di Sungai Citarum.

"Ketiga sub DAS itu terdiri dari banyak juga aliran air. Tapi yang terparah itu sub DAS Citepus," ujar Dian di Mapolrestabes Bandung, Selasa (14/1/2020).

Menurutnya, sepanjang aliran Sungai Citepus, semuanya sudah beralih fungsi jadi bangunan., sehingga air tidak bisa lagi meresap ke tanah.

Halaman
123
Penulis: Mega Nugraha
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved