Campur Nasi dengan Air kencing dan ludah untuk Majikan, Seorang TKI Dipenjara di Singapura

TKI itu didakwa mencampur nasi dan air dengan air kencing, ludah, dan darah haid. Makanan dan minuman itu kemudian dihidangkan untuk keluarga majikan

Campur Nasi dengan Air kencing dan ludah untuk Majikan, Seorang TKI Dipenjara di Singapura
TribunnewsBogor.com/Damanhuri
Ilustrasi TKI dipenjara di Singapura 

TRIBUNJABAR.ID- Seorang Tenaga Kerja Indonesia ( TKI ) divonis hukuman penjara selama 6 bulan dan 7 pekan di Singapura.

Hasil persidangan, TKI yang bernama Diana terbukti membuat onar dan mencuri dari keluarga majikan.

Tak hanya itu, TKI itu pun didakwa mencampur nasi dan air dengan air kencing, ludah, dan darah haid. Makanan dan minuman itu kemudian dihidangkan untuk keluarga majikannya.

Dakwaan tersebut terhadap TKi itu menggegerkan publik Negeri "Singa".

Dilaporkan Channel News Asia Senin (14/1/2020), perbuatan keji itu dilakukan bulan Agustus 2019 di Punggol, Singapura Utara.

Keluarga majikan yang berjumlah enam orang itu memakan dan meminum hidangan itu tanpa mencurigai perbuatan TKI Diana.

Laporan Pengaduan Perkara TKI Asal Indramayu Naik Jadi 75 Perkara, Terbanyak di Taiwan

Pernah Lawan Atasan Soal Kasus Human Trafficking, Polisi Ini Diutus Usut Penyekapan TKI di Malaysia

Dalam sidang, terungkap TKI Diana mencampur nasi dan minuman dengan air kencing hingga darah haid supaya majikannya tak memahami jika pekerjaannya tidak benar.

Bekerja bersama keluarga yang tidak disebutkan identitasnya itu sejak 2017, TKI berusia 30 tahun tersebut disebut juga mencuri dari keluarga majikannya.

Pengadilan menyatakan, Diana terbukti menggasak uang tunai dari brankas majikannya sebanyak lima kali dalam kurun waktu Agustus 2017 hingga Juni 2018.

Brankas itu bisa dia buka setelah menebak kode dari kebiasaan mengamati sang majikan yang sering membuka iPad menggunakan password.

Halaman
12
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved