Pilkada Kabupaten Cianjur

Bulan Depan PDI Perjuangan Umumkan Calon untuk Pilkada Cianjur 2020, Konsolidasi Segera Digelar

PDI Perjuangan akan mengumumkan hasil rekomendasi pusat untuk bakal calon yang menyelenggarakan pilkada di setiap daerah.

Bulan Depan PDI Perjuangan Umumkan Calon untuk Pilkada Cianjur 2020, Konsolidasi Segera Digelar
Istimewa
Fraksi PDI Perjuangan Cianjur saat mengikuti rakernas di Jakarta. 

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - PDI Perjuangan menargetkan konsolidasi internal selesai Februari 2020 dalam menghadapi Pilkada Cianjur 2020.

Bersamaan dengan itu PDI Perjuangan akan mengumumkan hasil rekomendasi pusat untuk bakal calon yang menyelenggarakan pilkada di setiap daerah.

Hal tersebut dikatakan Ketua DPC PDI Perjuangan Cianjur, Susilawati, setelah mengikuti rapat kerja nasional PDI Perjuangan di Jakarta.

"Dalan rakernas dibahas untuk daerah yang khusus menyelenggarakan Pilkada konsolidasi internal harus selesai Februari," ujar Susi di Cianjur, Selasa (14/1/2020).

Figur Bakal Calon Bupati Tasikmalaya untuk Pilkada Serentak 2020 Mulai Bermuculan, Ini Nama-namanya

Susi mengatakan, dalam waktu dekat ia akan melaksanakan musyawarah cabang, musyawarah ranting, dan musyawarah anak ranting.

Selain hal pilkada, rakernas juga membahas soal harus adanya alokasi anggaran untuk digunakan pendalaman ideologi Pancasila.

"Hal itu dilakukan di sekretariat dewan, saya akan memperjuangkan alokasi anggaran untuk pedalaman ideologi Pancasila bagi setiap anggota dewan," katanya.

Menurutnya, hal tersebut akan merujuk pada rancangan undang-undang tentang haluan negara.

Selain itu, kata Susi, rakernas juga dituntut untuk membentuk adanya Badan Kebudayaan dari pusat sampai daerah.

Lewat Budaya Nadran, Kuwu Desa Dadap Ingin Warga Tetap Bersatu Menjelang Pilkada Indramayu 2020

"Badan inj harus dijadikan antitesa melawan paham yang berorientasi radikalisme, PDI Perjuangan akan memperjuangan pelestarian tiga pilar budaya di Cianjur, agar lebih memperhatikan persoalan sosial budaya," katanya.

Susi mengatakan, rakernas yang bertajuk 'Solid bergerak wujudkan Indonesia negara industri berbasis riset dan teknologi' membahas permasalahan pendidikan.

"Pendidikan karakter harus jadi kurikulum wajib. Memprioritaskan pendidikan karakter agar skill terlatih dan siap bekerja," katanya.(fam)

Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved